Perang Dunia Kedua yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 hingga 2 September 1945 merupakan konflik global terbesar dan paling mematikan dalam sejarah peradaban manusia. Pertempuran dahsyat ini melibatkan dua koalisi utama yang saling berhadapan, yaitu Blok Sekutu dan Blok Poros, dengan hampir seluruh negara di dunia ikut ambil bagian dalam skala perang total yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Konflik berskala masif ini mencatat korban jiwa yang sangat besar, diperkirakan mencapai 60 hingga 75 juta orang, di mana sebagian besar korban adalah warga sipil yang tewas akibat pembantaian massal, kelaparan, penyakit, hingga genosida termasuk peristiwa tragis Holocaust. Pasca kemenangan mutlak di tangan Blok Sekutu, negara-negara seperti Jerman, Austria, Jepang, serta Korea mengalami pendudukan militer dan para pemimpinnya diadili atas kejahatan perang.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeAkar permasalahan dari pecahnya perang ini bersumber dari ketegangan yang belum terselesaikan pasca Perang Dunia Pertama, kebangkitan fasisme di Eropa, serta militerisme agresif di Jepang. Sejumlah peristiwa penting mendahului eskalasi global tersebut, termasuk invasi Jepang ke Manchuria pada tahun 1931, Perang Saudara Spanyol, meletusnya Perang Tiongkok-Jepang Kedua pada 1937, serta aneksasi wilayah Austria dan Sudetenland oleh Jerman.
Secara umum, babak kelam sejarah dunia ini diyakini dimulai pada 1 September 1939 ketika Jerman Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler melakukan invasi ke Polandia. Tindakan agresif tersebut lantas memicu Britania Raya dan Prancis untuk mendeklarasikan perang terhadap Jerman, sementara Uni Soviet turut menyerbu Polandia pada pertengahan September berdasarkan isi Pakta Molotov-Ribbentrop.
Dinamika Pertempuran dan Titik Balik Perang Global
Ekspansi militer terus berlanjut ketika Uni Soviet mencaplok negara-negara Baltik serta sebagian wilayah Finlandia dan Rumania pada tahun 1940. Pada periode yang sama, pasukan Jerman berhasil menaklukkan Norwegia, Denmark, Belgia, Luksemburg, dan Belanda, sebelum akhirnya Prancis jatuh pada bulan Juni 1940 dan mengalihkan fokus pertempuran ke Front Barat.
Medan pertempuran semakin meluas setelah Jepang melancarkan serangan mendadak terhadap wilayah Amerika Serikat dan Inggris di Asia serta Pasifik, termasuk pangkalan militer Pearl Harbor di Hawaii pada Desember 1941. Langkah agresif tersebut mendorong Amerika Serikat untuk secara resmi memasuki arena perang dan bergabung dengan Blok Sekutu guna menghadapi kekuatan Blok Poros.
Titik balik krusial mulai terlihat pada awal tahun 1943 ketika pasukan Blok Poros mengalami kekalahan telak di Afrika Utara serta dalam Pertempuran Stalingrad di Uni Soviet. Gempuran bertubi-tubi dari Blok Sekutu di berbagai lini, pendaratan di Normandia, hingga jatuhnya Berlin mengakhiri rezim fasis di Eropa dan berujung pada penyerahan tanpa syarat Jerman pada Mei 1945.
Rangkaian peristiwa monumental tersebut akhirnya ditutup dengan jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat serta penyerahan diri secara resmi oleh Jepang pada 2 September 1945. Perang Dunia Kedua secara fundamental mengubah peta politik, ekonomi, serta tatanan hubungan internasional global hingga memasuki abad ke-21.