Sistem operasi Windows 10 besutan Microsoft dirilis secara resmi ke pasaran pada 29 Juli 2015 sebagai penerus dari Windows 8.1. Mengusung pendekatan yang berbeda dari pendahulunya, sistem operasi ini kembali menghadirkan antarmuka berorientasi desktop yang familiar serta mengembalikan tombol Start yang sempat dihilangkan.
"Kami ingin menciptakan satu platform dan ekosistem tunggal yang menyatukan berbagai perangkat dari komputer pribadi, ponsel, hingga tablet," ujar pihak manajemen Microsoft dalam berbagai kesempatan peluncurannya.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDalam perkembangannya, sistem operasi ini sempat menjadi yang paling populer di dunia sebelum posisinya perlahan tergeser oleh kehadiran penerusnya, Windows 11. Berbagai fitur baru seperti asisten virtual Cortana, integrasi Xbox, hingga peramban Microsoft Edge diperkenalkan pertama kalinya melalui platform ini.
Meskipun sempat menuai beragam ulasan positif berkat kembalinya antarmuka desktop yang nyaman, Windows 10 juga tidak lepas dari kritik terkait pembaruan otomatis yang wajib serta isu privasi data. Dukungan resmi untuk sistem operasi ini akhirnya resmi berakhir pada 14 Oktober 2025, menandai akhir dari era perangkat lunak sebagai layanan.
Transformasi dan Akhir Dukungan Windows 10
Perjalanan panjang Windows 10 di industri teknologi diwarnai oleh berbagai inovasi serta strategi pemasaran global yang masif. Microsoft bahkan sempat meluncurkan kampanye bertajuk Upgrade Your World untuk merayakan kehadiran sistem operasi tersebut di berbagai belahan dunia.
"Windows 10 dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan natural bagi para penggunanya," ungkap perwakilan perusahaan saat memperkenalkan konsep universal Windows app.
Sebagai versi Windows terakhir yang mendukung prosesor 32-bit secara penuh, platform ini mencatatkan sejarah penting bagi jutaan perangkat di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, fokus perusahaan beralih sepenuhnya ke sistem operasi penerusnya.
Berdasarkan data statistik terbaru, pengguna Windows 10 secara bertahap beralih ke versi yang lebih baru menyusul penghentian dukungan pembaruan keamanan rutin kecuali bagi edisi khusus seperti Long-Term Servicing Channel.