Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / berita / Mengenal Eksekusi Mati Regu Tembak,...
BERITA

Mengenal Eksekusi Mati Regu Tembak, Sejarah dan Praktiknya

By Redaksi Nysha Lilly • 2 min read • 13 Agustus 2026
Ilustrasi proses eksekusi mati menggunakan metode regu tembak

Ilustrasi proses eksekusi mati menggunakan metode regu tembak

Metode eksekusi mati regu tembak secara historis dikenal sebagai fusillading yang berasal dari bahasa Prancis fusil atau senapan. Praktik ini merupakan bentuk hukuman mati yang sangat umum diterapkan di lingkungan militer serta pada masa-masa peperangan.

Alasan utama penggunaan metode ini karena ketersediaan senjata api yang memadai serta tembakan langsung ke organ vital seperti otak atau jantung terbukti dapat mengakhiri hidup terpidana dengan relatif cepat.

Sebuah regu tembak biasanya terdiri dari beberapa orang penembak yang mendapat instruksi untuk melepaskan tembakan secara bersamaan. Hal ini bertujuan mencegah gangguan proses sekaligus menghindari identifikasi penembak peluru yang mematikan.

Untuk mencegah cacat akibat tembakan di kepala, para penembak biasanya diinstruksikan membidik bagian jantung dengan bantuan target kertas atau kain. Terpidana umumnya akan ditutup matanya serta dibatasi gerakannya sebelum eksekusi berlangsung.

Prosedur dan Penggunaan Peluru Kosong

Indonesia

Dalam praktiknya, anggota regu tembak terkadang diberikan senjata yang berisi peluru kosong atau hampa untuk mengurangi beban psikologis. Para penembak tidak diberi tahu sebelumnya mengenai siapa yang memegang amunisi tajam maupun kosong.

Kebijakan tersebut diyakini mampu memperkuat rasa pembagian tanggung jawab di antara para anggota regu tembak. Setiap anggota mendapatkan keleluasaan penyangkalan yang masuk akal bahwa bukan diri mereka yang menembakkan peluru mematikan.

Meskipun demikian, secara praktis menembakkan peluru tajam menghasilkan hentakan atau rekor yang signifikan berbeda dengan peluru kosong. Pada masa modern, seperti eksekusi Ronnie Lee Gardner di Utah, petugas menggunakan peluru khusus berpeluru lilin untuk memberikan hentakan realistis.

Metode hukuman mati ini sering kali dijatuhkan oleh pengadilan militer untuk berbagai tindak kejahatan berat. Kasus pelanggaran tersebut mencakup tindakan pengecut, desertasi, mata-mata, pembunuhan berencana, pemberontakan, hingga pengkhianatan.

Topics
eksekusi mati regu tembak hukuman mati militer sejarah indonesia nusakambangan kriminal
Tim Jurnalis Olahraga Terkemuka

Redaksi Nysha Lilly adalah tim jurnalis olahraga profesional yang berdedikasi menyajikan berita dan analisis sepak bola serta berbagai cabang olahraga lainnya. Dari Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, hingga kompetisi internasional, kami hadir untuk pecinta olahraga Indonesia dengan informasi akurat, cepat, dan terpercaya.