Faksi Nasionalis atau Bando nacional merupakan salah satu kekuatan utama dalam Perang Saudara Spanyol yang berlangsung dari tahun 1936 hingga 1939. Kelompok ini terdiri dari berbagai faksi politik sayap kanan yang mendukung kudeta Juli 1936 terhadap Republik Spanyol Kedua untuk menggulingkan pemerintahan Manuel Azaña.
Koalisi tersebut mencakup partai Falange, CEDA, serta kelompok monarki seperti Renovación Española dan Komuni Tradisionalis Karlis. Berbagai elemen ini kemudian disatukan di bawah payung FET y de las JONS pada tahun 1937, membentuk proyek ideologi baru bercorak ultranasionalis modern di bawah komando Jenderal Francisco Franco.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDukungan terhadap pemberontakan militer ini mengalir deras baik dari dalam negeri maupun ranah internasional. Di Spanyol, kubu Franco didukung oleh kalangan kelas atas yang konservatif, kaum profesional liberal, organisasi keagamaan, serta petani pemilik lahan di kawasan pedesaan tradisional.
Setelah wafatnya para pemimpin awal, Jenderal Francisco Franco memegang kendali penuh atas faksi Nasionalis sepanjang perang dan muncul sebagai diktator Spanyol yang berkuasa hingga akhir hayatnya pada tahun 1975.
Dinamika Politik dan Faksi di Balik Kekuatan Nasionalis
Kekuatan politik faksi Nasionalis dirajut melalui peleburan berbagai organisasi dan partai yang memiliki pandangan konservatif serta anti-marxis. Falange Española yang awalnya merupakan partai fasis bentukan José Antonio Primo de Rivera turut menjadi motor penggerak utama dalam perlawanan terhadap republik.
Selain Falange, terdapat pula CEDA atau Konfederasi Kelompok Otonom Sayap Kanan yang dipimpin oleh José María Gil-Robles y Quiñones. Organisasi Katolik ini secara masif mengusung narasi pembelaan terhadap peradaban Kristen dari ancaman paham marxisme di tengah krisis politik Spanyol saat itu.
Kelompok monarki Karlis dan Alfonsis juga memberikan kontribusi besar melalui barisan milisi bersenjata mereka, seperti pasukan Requetés yang terkenal gigih di medan pertempuran. Meski memiliki latar belakang ideologi yang beragam, kelompok-kelompok tersebut berhasil dikoordinasikan menjadi satu kekuatan militer yang solid.
Di bawah kepemimpinan Franco, faksi-faksi yang tadinya bersaing ini diarahkan untuk mendukung visi negara korporatis dan nasional-katolik. Penyatuan tersebut sekaligus menutup ruang bagi perpecahan internal demi mencapai tujuan akhir penguasaan mutguh atas pemerintahan Spanyol.