Nama Bjarke Ingels kini menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia arsitektur kontemporer. Lahir di Copenhagen pada 1974, pria yang sempat bercita-cita menjadi kartunis ini berhasil membawa Bjarke Ingels Group (BIG) menjadi firma arsitektur global dengan ratusan staf yang berbasis di berbagai negara.
Ingels memulai pendidikan arsitekturnya di Royal Danish Academy of Fine Arts pada 1993. Ketertarikannya pada dunia rancang bangun justru tumbuh dari keinginannya untuk mempertajam kemampuan menggambar. Setelah menimba ilmu di Barcelona, ia kemudian bekerja untuk Rem Koolhaas di Rotterdam sebelum akhirnya mendirikan praktiknya sendiri di Copenhagen.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKiprahnya di Denmark mulai mencuri perhatian lewat proyek-proyek perumahan yang tidak konvensional, seperti VM Houses dan Mountain Dwellings. Desain-desain tersebut tidak hanya estetis, tetapi juga mengedepankan fungsionalitas dan koneksi dengan lingkungan sekitar, mencerminkan filosofi desainnya yang unik.
Kemampuan Ingels dalam memadukan estetika dengan keberlanjutan atau "hedonistic sustainability" menjadikannya figur ikonik. Salah satu bukti nyata kejeniusannya adalah proyek Amager Resource Center, sebuah fasilitas pengolahan sampah di Denmark yang disulap menjadi area rekreasi lengkap dengan lereng ski di bagian eksterior bangunannya.
Filosofi Desain dan Proyek Ambisius BIG
Reputasi internasionalnya semakin kokoh setelah pindah ke New York pada 2012 untuk mengerjakan proyek-proyek besar, termasuk VIA 57 West. Berkat kontribusi besar di dunia desain, Ingels pernah dinobatkan sebagai Innovator of the Year oleh The Wall Street Journal dan masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time.
Hingga saat ini, Bjarke Ingels terus memberikan pengaruh besar melalui berbagai kompetisi arsitektur dunia. Selain menjadi praktisi, ia juga aktif membagikan ilmunya sebagai profesor tamu di institusi bergengsi seperti Harvard Graduate School of Design dan Yale School of Architecture, menginspirasi generasi arsitek masa depan.
Filosofi desain yang diusung oleh Bjarke Ingels selalu berusaha mendobrak batasan ruang tradisional. Ia sering kali menggabungkan fungsi yang tak terduga dalam satu bangunan, menjadikannya solusi inovatif bagi kebutuhan ruang kota yang semakin padat dan menuntut keberlanjutan tinggi.
Proyek "8 House" di Ørestad menjadi contoh konkret bagaimana Ingels mampu menggabungkan fungsi ritel, komersial, dan hunian dalam struktur berbentuk angka delapan. Bangunan ini meraih berbagai penghargaan internasional karena berhasil mengintegrasikan ruang hijau di atap sebagai bagian dari sistem lingkungan.