Fazlur Rahman Khan merupakan seorang insinyur struktur dan arsitek brilian berdarah Bangladesh-Amerika yang lahir di Dhaka pada 3 April 1929. Namanya diabadikan dalam sejarah arsitektur modern berkat inovasi revolusionernya yang mengubah lanskap perkotaan dunia melalui perancangan gedung-gedung pencakar langit ikonik seperti Sears Tower atau yang kini dikenal sebagai Willis Tower dan John Hancock Center.
Perjalanan hidup Khan dipenuhi dengan dedikasi tinggi terhadap ilmu teknik sipil, dimulai dari masa pendidikannya di Bangladesh dan India hingga meraih beasiswa Fulbright untuk melanjutkan studi tingkat lanjut di University of Illinois at Urbana-Champaign. Di universitas tersebut, ia berhasil merengkuh dua gelar master serta gelar doktor di bidang teknik struktur dalam kurun waktu tiga tahun saja.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKarier profesionalnya melesat ketika ia bergabung dengan firma arsitektur Skidmore, Owings & Merrill di Chicago pada tahun 1955 dan diangkat menjadi mitra pada 1966. Berkat kontribusi besarnya dalam merevolusi konstruksi gedung bertingkat tinggi, dunia arsitektur menjulukinya sebagai Einstein-nya teknik struktur serta insinyur struktur terhebat pada abad ke-20.
Di balik karya-karyanya yang megah, Khan adalah sosok yang memandang bahwa seorang insinyur harus memiliki apresiasi mendalam terhadap seni, musik, dan kehidupan manusia secara utuh. Warisan pemikirannya melalui konsep struktur tabung tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan gedung pencakar langit modern di seluruh belahan dunia hingga hari ini.
Inovasi Revolusioner Sistem Tabung dan Warisan Arsitektur
Inovasi paling monumental yang diperkenalkan oleh Fazlur Rahman Khan dalam dunia arsitektur adalah konsep struktur tabung atau tubular system yang sangat efisien dalam menahan beban lateral seperti terpaan angin kencang maupun gempa bumi. Ide cemerlang ini terinspirasi dari tanaman bambu di kampung halamannya di Dhaka yang mampu berdiri kokoh dan lentur berkat bentuk rongga berlubangnya.
Melalui penerapan sistem tabung berbingkai, tabung rangka silang, hingga tabung bundel, Khan berhasil memangkas kebutuhan material baja secara signifikan tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan. Gedung John Hancock Center di Chicago menjadi salah satu bukti nyata efisiensi tersebut karena hanya membutuhkan jauh lebih sedikit baja per meter persegi dibanding bangunan era sebelumnya.
Selain merancang gedung-gedung tertinggi di dunia pada masanya, Khan juga menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi komputer untuk perancangan struktur serta penggunaan beton ringan dalam konstruksi bangunan tinggi. Pendekatan visionernya membuka era baru bagi para arsitek dan pengembang untuk membangun kota-kota di udara secara ekonomis di atas sebidang tanah yang terbatas.
Meskipun Fazlur Rahman Khan telah tutup usia pada 27 Maret 1982, pengaruh dan kontribusinya terus hidup dan diabadikan melalui berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya adalah medali pencapaian seumur hidup yang dinamai dari namanya oleh Council on Tall Buildings and Urban Habitat.