FC Schalke 04 merupakan salah satu klub olahraga profesional paling populer di Jerman yang berbasis di distrik Schalke, Gelsenkirchen, North Rhine-Westphalia. Klub berjuluk Die Königsblauen ini dikenal luas lewat tim sepak bolanya yang berkompetisi di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Jerman, Bundesliga, setelah sukses meraih promosi pada musim 2025 sampai 2026.
Klub yang identik dengan warna biru dan putih ini pertama kali didirikan pada 4 Mei 1904 oleh sekelompok siswa sekolah menengah. Penggunaan angka 04 pada nama klub diambil dari tahun pembentukannya sebagai simbol perjalanan panjang mereka di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeBerdasarkan data keanggotaan klub, Schalke memiliki ratusan ribu anggota aktif yang menjadikannya salah satu klub sepak bola terbesar di Jerman dan dunia dalam hal basis pendukung. Dukungan masif dari para suporter setia ini telah mendarah daging sejak era kejayaan mereka di masa lampau.
Sepanjang sejarah panjangnya, Schalke telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi mulai dari juara kompetisi nasional Jerman, DFB-Pokal, hingga trofi level Eropa seperti Piala UEFA. Stadion Veltins-Arena menjadi rumah kebanggaan bagi klub serta tempat digelarnya laga derbi sengit bertajuk Revierderby melawan Borussia Dortmund.
Jejak Kejayaan dan Transformasi Klub Schalke 04
Era paling mendominasi dalam sejarah Schalke terjadi pada dekade 1930-an hingga 1940-an di bawah kompetisi Gauliga. Pada masa tersebut, klub tampil sangat perkasa di berbagai ajang nasional dan mencatatkan rekor kemenangan kandang yang luar biasa impresif tanpa tersentuh kekalahan dalam kurun waktu beberapa musim berturut-turut.
Gaya permainan khas Schalke yang mengandalkan operan pendek cepat secara dari kaki ke kaki, atau yang dikenal dengan sebutan Schalker Kreisel, menjadi motor utama kesuksesan mereka di lapangan hijau. Sistem taktik tersebut membuat permainan tim menjadi sangat ditakuti oleh lawan-lawan tangguh di masanya.
Selain prestasi gemilang di atas lapangan, klub juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan para pekerja tambang batu bara di Gelsenkirchen. Latar belakang sosial para pendukung inilah yang melahirkan julukan Die Knappen atau para penambang bagi skuad kebanggaan warga kota tersebut.
Meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan berat termasuk sanksi liga hingga masa-masa sulit pascaperang, Schalke tetap mampu bangkit dan merebut gelar juara liga pada tahun 1958. Hingga kini, tradisi dan sejarah besar tersebut terus dirawat oleh jutaan pendukung setianya di seluruh penjuru dunia.