SSD Jesina Calcio adalah klub sepak bola asal Italia yang berlokasi di kota Jesi, Marche, dan saat ini berkompetisi di ajang Serie D. Klub ini memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat di kancah sepak bola Italia sejak pertama kali terbentuk pada pertengahan tahun 1927 melalui penggabungan beberapa klub lokal.
Berdasarkan catatan sejarah, Unione Sportiva Jesina lahir pada tanggal 15 Maret 1927 dari merger antara Juventus Aesina dan SS Mazzini Jesi. Dalam perjalanan panjangnya, klub ini sempat berganti nama beberapa kali seperti Associazione Sportiva Jesi serta Società Sportiva Jesina, sebelum akhirnya menggunakan identitas resmi SSD Jesina Calcio.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKlub yang dijuluki I Leoncelli atau Si Singa Kecil ini pernah merasakan masa kejayaan ketika promosi ke Serie C pada tahun 1933. Pada masa itu, mereka kerap menghadapi klub-klub besar dari berbagai kota di Italia sebelum kompetisi terpaksa terhenti akibat Perang Dunia II.
Memasuki era modern, Jesina terus berjuang menjaga eksistensi mereka di kompetisi sepak bola Italia dengan mengandalkan pembinaan talenta muda lokal. Hingga kini, klub berjersey merah dan putih tersebut tetap menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat pendukung setianya di kota Jesi.
Warna Kebesaran dan Perjalanan Kompetisi Jesina Calcio
Identitas visual Jesina Calcio sangat melekat dengan penggunaan warna merah sebagai seragam kandang yang dipadukan dengan celana putih serta kaos kaki merah. Kombinasi warna tersebut telah menjadi ciri khas ikonik yang selalu dibanggakan oleh para pendukung di Stadion Pacifico Carotti.
Dalam perjalanannya mengarungi kompetisi Liga Italia, Jesina pernah merasakan manisnya promosi hingga level Serie C1 pada musim 1983-1984 setelah keluar sebagai juara. Pada era tersebut, klub sempat berhadapan dengan sejumlah pemain bintang legendaris Italia yang kelak menjadi ikon sepak bola dunia.
Meskipun sempat mengalami pasang surut prestasi termasuk hantaman krisis finansial yang membuat mereka terdegradasi ke kompetisi regional, klub selalu bangkit berkat kecintaan para pengurus serta pengusaha lokal. Semangat juang tinggi membuat mereka mampu kembali merangkak naik ke level kompetitif Serie D.
Saat ini, manajemen klub fokus menerapkan kebijakan memberikan kesempatan bermain seluas-luasnya bagi para pemain muda lokal. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas finansial klub sekaligus menatap asa promosi di masa depan.