Rabah Madjer lahir di distrik Hussein Dey, Aljir, pada 15 Desember 1958, dan tumbuh sebagai salah satu pesepak bola paling ikonik dalam sejarah sepak bola Aljazair. Mantan penyerang tajam ini memulai perjalanan sepak bola profesionalnya di klub lokal NA Hussein Dey sebelum akhirnya merintis karier di daratan Eropa pada tahun 1983.
Puncak kejayaan karier klub Madjer dicatatkan saat ia memperkuat FC Porto selama enam tahun dan sukses mempersembahkan sembilan gelar mayor. Di bawah naungan klub Portugal tersebut, ia mencetak gol tumit yang sangat ikonik pada final European Cup 1987 melawan Bayern Munich dan membawa timnya keluar sebagai juara.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSelain gemilang di level klub, Madjer juga mencatatkan sejarah bersama tim nasional Aljazair dengan mengantar negaranya tampil untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia 1982. Kontribusi terbesarnya termasuk gol bersejarah ke gawang Jerman pada turnamen tersebut serta membawa Aljazair menjuarai Africa Cup of Nations pada tahun 1990.
Setelah gantung sepatu pada 1992, Rabah Madjer melanjutkan pengabdiannya di dunia sepak bola dengan beralih profesi sebagai pelatih dan pernah beberapa kali menukangi tim nasional Aljazair. Berkat berbagai pencapaian luar biasa serta dedikasinya di lapangan hijau, ia diakui sebagai salah satu pemain terbaik Afrika sepanjang masa.
Perjalanan Karier dan Pengabdian Rabah Madjer
Perjalanan karier kepelatihan Rabah Madjer diwarnai dengan berbagai pengalaman menukangi klub-klub di Timur Tengah seperti Al Sadd SC, Al-Wakrah Sport Club, hingga Al Rayyan SC. Selain itu, ia juga sempat dipercaya untuk memimpin skuad tim nasional Aljazair dalam beberapa periode berbeda.
Di luar lapangan hijau, Madjer juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan dengan diangkat sebagai UNESCO Goodwill Ambassador pada tahun 2011. Peran ini semakin memperkuat posisinya sebagai figur publik yang dihormati baik di dalam maupun di luar dunia olahraga.
Jejak prestasi dan kecintaan terhadap sepak bola juga diturunkan kepada sang buah hati, Lotfi, yang sempat memperkuat tim nasional Qatar di level usia muda. Garis keturunan ini membuktikan bahwa darah pesepak bola mengalir kuat di dalam keluarga besar Madjer.
Hingga saat ini, nama Rabah Madjer tetap dikenang oleh para pecinta sepak bola dunia sebagai simbol kejayaan sepak bola Aljazair di kancah internasional. Warisan prestasi serta teknik permainannya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda pesepak bola masa kini.