Hasil skor final UEFA Cup 2008 memastikan Zenit Saint Petersburg keluar sebagai juara setelah menundukkan Rangers dengan skor 2-0. Pertandingan puncak turnamen antarklub Eropa kasta kedua tersebut dihelat di City of Manchester Stadium, Inggris, pada 14 Mei 2008.
Kemenangan wakil Rusia tersebut dipastikan berkat gol yang dicetak oleh Igor Denisov dan Konstantin Zyryanov di babak kedua. Hasil ini sekaligus memberikan gelar juara UEFA Cup pertama sepanjang sejarah bagi klub berjuluk Zenit tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePertemuan ini juga mempertemukan dua pelatih berpengalaman asal Belanda dan Skotlandia, yakni Dick Advocaat di kubu Zenit serta Walter Smith yang menukangi Rangers. Strategi disiplin yang diterapkan kedua kesebelasan membuat babak pertama berjalan ketat tanpa gol.
Bagi Zenit Saint Petersburg, kesuksesan ini menyamai prestasi klub Rusia lainnya yakni CSKA Moscow yang pernah menjuarai ajang serupa pada musim 2004-2005. Gelar ini juga mengantarkan mereka tampil di ajang UEFA Super Cup melawan Manchester United.
Perjalanan Zenit dan Rangers Menuju Partai Puncak
Di sisi lain, Rangers harus puas menjadi runner-up meski mendapat dukungan luar biasa dari puluhan ribu suporter yang memadati kota Manchester. Pertandingan ini juga diwarnai antusiasme masif suporter Rangers yang melakukan perjalanan darat terbesar dalam sejarah sepak bola.
Keberhasilan Zenit mengangkat trofi penutup musim tersebut melengkapi performa impresif mereka di kancah Eropa sepanjang kompetisi 2007-2008. Pasukan Dick Advocaat tampil solid dengan menyingkirkan sejumlah tim unggulan sebelum mengunci gelar juara.
Zenit Saint Petersburg melaju ke babak final UEFA Cup 2008 setelah menunjukkan performa impresif dalam mencetak gol sepanjang turnamen. Klub asal Rusia tersebut sukses menyingkirkan tim-tim kuat seperti Bayern Munich dan Bayer Leverkusen di fase gugur.
Sementara itu, Rangers mengandalkan taktik disiplin dan pertahanan rapat untuk menembus partai final di bawah arahan Walter Smith. Skuad asal Skotlandia tersebut hanya kebobolan sedikit gol dalam perjalanan mereka menuju pertandingan puncak di Manchester.