Feyenoord menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Belanda setelah keluar sebagai juara Piala UEFA 2002 usai menaklukkan Borussia Dortmund dengan skor 3-2 di Feijenoord Stadion, Rotterdam. Pertandingan puncak yang dihelat pada 8 Mei 2002 tersebut menjadi momen yang sangat spesial karena untuk pertama kalinya laga final digelar langsung di kandang salah satu finalis sejak format satu leg diberlakukan pada 1998.
"Kami bermain dengan determinasi tinggi di hadapan pendukung sendiri dan ini adalah malam yang luar biasa bagi seluruh skuad serta pecinta sepak bola Belanda," ujar salah satu punggawa Feyenoord mengenang laga bersejarah tersebut. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar Eropa klub asal Rotterdam tersebut sejak terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 1974 silam.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePertandingan berjalan sangat ketat sejak peluit kick-off dibunyikan oleh pengadil lapangan. Kedua kesebelasan sama-sama menampilkan permainan menyerang demi memburu trofi bergengsi tingkat benua biru, mengingat Borussia Dortmund datang dengan ambisi besar setelah mengunci gelar juara Bundesliga musim itu.
Aksi gemilang penyerang haus gol Pierre van Hooijdonk menjadi kunci utama kesuksesan Feyenoord dalam laga pemungkas ini. Striker tajam tersebut tampil sebagai bintang lapangan dengan memborong dua gol penting, sementara satu gol tambahan disumbangkan untuk memastikan kemenangan tipis 3-2 atas raksasa Jerman tersebut hingga peluit panjang berbunyi.
Perjuangan Sengit Menuju Puncak Trofi Eropa
Perjalanan Feyenoord dan Borussia Dortmund menuju partai puncak sama-sama tidak ditempuh dengan jalan yang mudah. Kedua tim papan atas Eropa tersebut harus terlebih dahulu melalui persaingan sengit di fase grup Liga Champions sebelum akhirnya terlempar dan melanjutkan petualangan mereka di kompetisi kasta kedua UEFA pada babak ketiga.
Di sisi lain, Borussia Dortmund sempat tampil menggebrak di babak semifinal dengan menyingkirkan klub raksasa Italia AC Milan secara meyakinkan. Skuad asuhan pelatih kala itu mengandalkan ketajaman penyerang asal Brasil Márcio Amoroso yang juga keluar sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di sepanjang turnamen bersama Van Hooijdonk.
Namun, mimpi manis Dortmund untuk menyapu bersih trofi mayor Eropa harus kandas di tangan wakil Belanda. Laga final tersebut juga diwarnai insiden kartu merah yang diterima oleh bek veteran Borussia Dortmund Jürgen Kohler pada babak pertama, yang membuat lini pertahanan tim tamu semakin kesulitan meredam gempuran lini depan Feyenoord.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya disambut meriah oleh puluhan ribu pendukung tuan rumah di Rotterdam, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai trofi Eropa terakhir yang mampu dimenangkan oleh klub asal Liga Belanda hingga bertahun-tahun kemudian.