Cabang olahraga sepak bola pada Olimpiade 1920 yang dilangsungkan di Antwerp, Belgia, menyimpan salah satu kisah paling kontroversial dalam sejarah turnamen akbar tersebut. Ajang ini merupakan kali kelima sepak bola masuk dalam jadwal resmi Olimpiade dengan melibatkan 15 negara peserta, termasuk keikutsertaan pertama negara non-Eropa yaitu Mesir.
Pertandingan puncak antara tuan rumah Belgia dan debutan Cekoslowakia mendadak berubah menjadi drama ketika laga terpaksa dihentikan pada menit ke-39. Kubu Cekoslowakia memutuskan untuk melakukan walk out sebagai bentuk protes keras terhadap kepemimpinan wasit asal Inggris, John Lewis, serta keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan tim mereka.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeProtes tersebut dipicu oleh ketidakpuasan mendalam terhadap pengadil lapangan serta insiden kartu merah yang diterima oleh bek kiri Cekoslowakia, Karel Steiner, akibat pelanggaran keras. Akibat aksi meninggalkan lapangan pertandingan tersebut, Cekoslowakia akhirnya didiskualifikasi secara resmi dari turnamen dan kehilangan hak atas medali perak yang seharusnya bisa mereka bawa pulang.
Pihak penyelenggara kemudian memutuskan untuk menganugerahi medali emas kepada tuan rumah Belgia, sementara Spanyol sukses mengamankan medali perak usai melalui rangkaian laga playoff perebutan tempat kedua. Di sisi lain, Belanda melengkapi podium dengan meraih medali perunggu setelah berjuang melalui format turnamen yang cukup rumit pada masa itu.
Babak Baru Perjalanan Sepak Bola Internasional Pasca Perang
Pelaksanaan cabang sepak bola di Antwerp ini juga menjadi ajang internasional pertama setelah berakhirnya Perang Dunia I. Akibat situasi politik dan ketegangan yang masih membekas, tim-tim nasional dari negara-negara Central Powers seperti Jerman, Austria, Hungaria, Bulgaria, serta Turki tidak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.
Selain absennya sejumlah negara kuat akibat sanksi pascaperang, Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA sempat menarik diri dari keanggotaan FIFA. Keputusan itu diambil setelah tuntutan mereka agar federasi negara-negara eks-Kentral Powers dikeluarkan dari badan sepak bola dunia tersebut ditolak oleh pihak penyelenggara.
Kendati demikian, FIFA tetap memberikan lampu hijau bagi keikutsertaan tim Britania Raya yang seluruh pemainnya berasal dari amatir Inggris. Tim Britania Raya yang sebelumnya mendominasi dengan meraih medali emas pada tahun 1908 dan 1912 justru secara mengejutkan tersingkir lebih awal di tangan Norwegia.
Dinamika menarik sepanjang turnamen tersebut turut mengubah peta kekuatan sepak bola global pada awal abad ke-20. Peristiwa di Antwerp tidak hanya mengenalkan format kompetisi baru, tetapi juga meninggalkan warisan sejarah panjang mengenai ketegangan antara regulasi pertandingan dan keputusan kontroversial di atas lapangan.