Ajang 2013 FIFA Club World Cup resmi digelar di Maroko pada 11 hingga 21 Desember 2013 sebagai edisi ke-10 dari turnamen sepak bola antar-konfederasi di bawah naungan FIFA. Kejuaraan prestisius ini mempertemukan para juara bertahan dari enam konfederasi benua ditambah satu tim perwakilan dari negara tuan rumah.
Proses pemilihan tuan rumah sempat melibatkan beberapa negara seperti Iran, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab sebelum akhirnya mengundurkan diri pada Oktober 2011. Komite Eksekutif FIFA lantas secara resmi mengonfirmasi Maroko sebagai tuan rumah tunggal dalam rapat pleno di Tokyo, Jepang.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePertandingan-pertandingan penting dalam turnamen akbar tersebut dilangsungkan di dua kota utama Maroko, yakni Marrakech dan Agadir. Panitia pelaksana juga memperkenalkan lambang resmi turnamen di Casablanca serta menggelar tur trofi keliling dunia untuk menyemarakkan ajang tersebut.
Inovasi teknologi turut menghiasi jalannya turnamen melalui penggunaan teknologi garis gawang dari GoalControl GmbH untuk tahun kedua secara berturut-turut. Selain itu, wasit juga mulai mengandalkan cairan semprotan hilang atau vanishing spray guna menandai jarak pagar betis dalam situasi tendangan bebas.
Perjalanan Epik Raja Casablanca dan Dominasi Bayern Munich
Kejutan besar tercipta ketika wakil tuan rumah Raja Casablanca sukses melaju hingga babak final setelah menyingkirkan wakil Amerika Selatan Atletico Mineiro di semifinal. Penampilan tersebut mencatatkan sejarah baru karena Raja Casablanca menjadi klub pertama yang tampil di seluruh babak kompetisi sejak fase playoff.
Meski mendapat dukungan penuh dari suporter tuan rumah di Maroko, langkah gemilang Raja Casablanca harus dihentikan oleh raksasa Jerman Bayern Munich di partai puncak. Raksasa Bundesliga tersebut tampil perkasa dan mengunci kemenangan dengan skor 2-0 untuk mengamankan gelar juara dunia antarklub pertama mereka.
Klub asal Brasil Corinthians gagal mempertahankan status juara bertahan lantaran tersingkir lebih awal pada babak 16 besar ajang Copa Libertadores tahun itu. Sementara itu, seluruh kontestan yang berlaga diwajibkan mendaftarkan skuad resmi berisi 23 pemain termasuk tiga penjaga gawang paling lambat akhir November 2013.
Komite penyelenggara turnamen juga memberikan penghargaan individu bergengsi berupa predikat pemain terbaik atau man of the match untuk setiap pertandingan guna mengapresiasi performa gemilang para pemain di lapangan.