Tim nasional sepak bola Irlandia Utara yang dikenal dengan julukan Green and White Army merupakan representasi resmi wilayah tersebut dalam ajang sepak bola internasional pria. Berbasis di bawah naungan Irish Football Association atau IFA, perjalanan sejarah tim ini telah melewati berbagai dinamika politik serta pemisahan administratif sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.
Sebelum Asosiasi Sepak Bola Irlandia atau FAI terbentuk di Dublin pada tahun 1921, seluruh wilayah pulau Irlandia sempat diwakili oleh satu tim nasional tunggal yang diorganisasi oleh IFA. Namun, pasca-pemisahan wilayah menjadi Irlandia Utara dan Negara Bebas Irlandia, IFA tetap melanjutkan operasional tim dengan komposisi pemain dari berbagai penjuru sebelum akhirnya pembagian yurisdiksi sepak bola resmi dipertegas oleh FIFA pada tahun 1953.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDi kancah turnamen mayor dunia, Irlandia Utara pernah mencatatkan sejarah manis dengan tampil di tiga edisi putaran final Piala Dunia. Prestasi paling menonjol dicatatkan pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia 1958 ketika berhasil menembus babak perempat final setelah melalui laga play-off sengit melawan Cekoslowakia.
Selain sukses melaju ke babak delapan besar pada tahun 1958, skuad berjuluk Green and White Army ini juga sempat memegang rekor sebagai negara dengan populasi terkecil yang mampu lolos ke putaran final Piala Dunia selama beberapa dekade. Perjalanan impresif mereka berlanjut pada dekade 1980-an ketika tampil kembali di Piala Dunia 1982 dan 1986 di bawah asuhan pelatih Billy Bingham.
Perjalanan Bersejarah di Ajang Piala Dunia dan Euro
Pencapaian gemilang Irlandia Utara pada Piala Dunia 1982 di Spanyol menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Berada di grup yang sama dengan tuan rumah Spanyol, Yugoslavia, dan Honduras, mereka secara mengejutkan keluar sebagai juara grup usai menaklukkan Spanyol lewat gol tunggal Gerry Armstrong.
Meski sempat melangkah jauh hingga putaran kedua pada turnamen tahun 1982 tersebut, langkah Irlandia Utara akhirnya terhenti di tangan Prancis yang dimotori oleh gelandang legendaris Michel Platini. Selepas era tersebut, mereka harus menunggu waktu yang cukup lama untuk kembali mencicipi turnamen akbar antarnegara di level benua.
Tonggak sejarah baru berhasil diukir oleh tim nasional Irlandia Utara ketika mereka sukses mengamankan tiket debut ke putaran final Piala Eropa pada ajang UEFA Euro 2016. Dalam keikutsertaan perdana di turnamen kontinental tersebut, mereka langsung menunjukkan taringnya dengan menembus babak 16 besar.
Di balik berbagai tantangan era modern serta pergantian kepelatihan mulai dari era Lawrie Sanchez hingga manajer-manajer berikutnya, semangat juang para penggawa Green and White Army di lapangan hijau tetap menjadi simbol kebanggaan tersendiri bagi publik sepak bola Britania Raya.