Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / internasional / Sejarah 2004 UEFA Super Cup, Saat...
INTERNASIONAL

Sejarah 2004 UEFA Super Cup, Saat Valencia Taklukkan Porto

By Chairul Saiful • 2 min read • 28 Agustus 2004
Pertandingan 2004 UEFA Super Cup antara Porto melawan Valencia di Stade Louis II

Pertandingan 2004 UEFA Super Cup antara Porto melawan Valencia di Stade Louis II

Ajang 2004 UEFA Super Cup menjadi panggung pembuktian bagi Valencia yang sukses keluar sebagai juara setelah menaklukkan Porto dengan skor 2-1 di Stade Louis II, Monako, pada 27 Agustus 2004. Pertandingan prestisius antara juara Liga Champions UEFA dan juara Piala UEFA ini disaksikan langsung oleh 17.292 penonton yang memadati stadion.

Valencia memastikan diri tampil di ajang tersebut usai keluar sebagai juara Piala UEFA 2003-2004 setelah mengalahkan Marseille dengan skor 2-0 di partai puncak. Sementara itu, Porto hadir dengan status juara Liga Champions UEFA 2003-2004 usai menumbangkan AS Monaco tiga gol tanpa balas di laga final.

Gol kemenangan Los Che dicetak oleh Rubén Baraja pada babak pertama, yang kemudian digandakan oleh penyerang asal Italia Marco Di Vaio usai turun minum. Porto sempat memperkecil ketertinggalan lewat aksi Ricardo Quaresma pada menit ke-78, namun skuad asuhan Víctor Fernández tersebut gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Laga sengit di Monako tersebut juga menandai era baru bagi kedua klub setelah ditinggal juru taktik legendaris mereka. José Mourinho yang membawa Porto juara Eropa memilih pindah ke Chelsea, sementara Rafael Benítez meninggalkan kursi kepelatihan Valencia untuk berlabuh ke Liverpool.

Perombakan Skuad dan Kondisi Tim Jelang Laga

Porto

Perubahan besar terjadi di kubu Porto dan Valencia menjelang bergulirnya pertandingan akibat kepergian pelatih utama serta perpindahan sejumlah pemain bintang. Porto harus rela melepas Deco ke Barcelona, serta Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira yang menyusul Mourinho ke Stamford Bridge.

Untuk menambal lini yang ditinggalkan, Porto mendatangkan sejumlah amunisi baru seperti Ricardo Quaresma, Hélder Postiga, Raul Meireles, Giourkas Seitaridis, hingga gelandang kreatif asal Brasil Diego. Sayangnya, Porto harus tampil tanpa penyerang andalan Derle dan Diego yang menderita cedera.

Di sisi lain, pelatih anyar Valencia Claudio Ranieri memboyong tiga pemain tim nasional Italia untuk memperkuat skuadnya, yakni Marco Di Vaio, Bernardo Corradi, dan Stefano Fiore. Kehadiran para pemain baru ini langsung diuji dalam perebutan trofi tingkat benua biru tersebut.

Kapten Valencia David Albelda sempat mengakui bahwa timnya tidak berada dalam kondisi 100 persen akibat kekalahan di Supercopa de España sebelumnya. Kendati demikian, tekad kuat serta pengalaman bertanding membawa Valencia mengamankan trofi Super Cup kedua sepanjang sejarah klub.

Topics
uefa super cup valencia porto rubén baraja marco di vaio claudio ranieri stade louis ii sepak bola liga champions piala uefa
Jurnalis Sepak Bola Internasional

Chairul Saiful adalah jurnalis sepak bola internasional yang berbasis di Ternate. Ia memiliki wawasan luas tentang kompetisi global seperti Piala Dunia, Euro, Liga Champions UEFA, dan turnamen antar klub dari berbagai benua. Tulisannya menghadirkan perspektif global tentang sepak bola, lengkap dengan analisis mendalam dan berita eksklusif dari dunia sepak bola internasional.