AC Milan keluar sebagai juara Liga Champions 2007 setelah menaklukkan wakil Inggris Liverpool dengan skor 2-1 dalam laga final yang dihelat di Stadion Olimpiade Athena, Yunani, pada 23 May 2007. Pertandingan puncak ini sekaligus menjadi ajang pembalasan dendam yang manis bagi skuad Rossoneri setelah tumbang secara dramatis dari lawan yang sama pada partai puncak dua tahun sebelumnya.
"Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras seluruh pemain dan staf yang telah berjuang luar biasa sepanjang musim untuk membawa pulang trofi kebanggaan ini," ujar perwakilan klub usai pertandingan usai. Atmosfer panas dan penuh gengsi langsung terasa sejak wasit meniup peluit tanda kick-off babak pertama dimulai di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeAC Milan membuka keunggulan terlebih dahulu di babak pertama setelah tendangan bebas Andrea Pirlo mengalami defleksi mengenai badan Filippo Inzaghi dan meluncur deras ke gawang Liverpool. Inzaghi kembali menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan The Reds usai mencetak gol kedua Milan di paruh kedua pertandingan melalui skema serangan balik yang cepat.
Liverpool yang terus berjuang mencoba mengejar ketertinggalan hanya mampu memperkecil kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Dirk Kuyt menjelang pertandingan berakhir. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi skuad asuhan pelatih asal Inggris tersebut untuk menyamakan kedudukan, sehingga kemenangan 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Perjalanan Panjang Rossoneri Menuju Gelar Ketujuh
Perjalanan AC Milan menuju tangga juara Liga Champions musim 2006-2007 tidaklah mudah karena harus melalui berbagai rintangan berat sejak babak kualifikasi ketiga. Skuad asuhan Carlo Ancelotti harus merangkak dari babak penyisihan grup hingga melewati adangan klub-klub kuat Eropa seperti Celtic, Bayern Munich, hingga Manchester United di babak semifinal.
Di babak semifinal, Milan tampil trengginas saat menghadapi Manchester United di San Siro dengan meraih kemenangan telak 3-0 setelah sebelumnya sempat kalah 2-3 di Old Trafford. Ketajaman gelandang serang Kaka yang keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi sepuluh gol menjadi motor utama kesuksesan lini serang Rossoneri.
Sementara itu, Liverpool melaju ke final setelah menyingkirkan tim-tim tangguh seperti Barcelona dan sesama klub Inggris Chelsea melalui drama adu penalti di babak semifinal. Kendati demikian, ketangguhan lini pertahanan The Reds akhirnya berhasil dibongkar oleh efektivitas lini serang Milan di partai puncak di Athena.
Gelar juara ketujuh di ajang Liga Champions ini semakin mengukuhkan status AC Milan sebagai salah satu klub paling disegani di kancah sepak bola Eropa. Keberhasilan di Athena sekaligus menghapus kenangan pahit malam Istanbul pada tahun 2005 dan menutup musim kompetisi dengan manis.