Savinho resmi merapat ke Tottenham Hotspur dari Manchester City dengan nilai transfer fantastis yang mencapai 75 juta poundsterling di muka ditambah bonus 10 juta poundsterling. Angka bombastis tersebut langsung memancing perdebatan publik mengingat karier pemain berusia 22 tahun itu sempat mengalami stagnasi sepanjang musim lalu bersama skuad The Citizens.
Bagi Tottenham, keputusan menggelontorkan dana besar untuk pemain yang hanya mencatatkan sedikit menit bermain musim lalu merupakan langkah penuh risiko. Pelatih Roberto De Zerbi terpaksa mengambil perjudian besar ini demi menambal lini serang tim yang compang-camping akibat badai cedera serta mepetnya tenggat waktu bursa transfer musim panas.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSelama memperkuat Manchester City, menit bermain Savinho sangat terbatas karena ia hanya tampil sekitar 24 persen dari total laga Premier League. Masalah cedera paha serta ketatnya persaingan membuat ia gagal meyakinkan mantan manajer Pep Guardiola maupun pelatih berikutnya untuk memberikannya tempat utama secara reguler di lapangan.
Kendati demikian, potensi besar yang dimiliki pemain asal Brasil itu tidak perlu diragukan lagi ketika ia mendapat kepercayaan penuh. Mantan pelatih Girona Michel bahkan sempat memuji kualitas olah bola sang winger sebagai salah satu talenta individu terbaik di Spanyol sejak kedatangan Vinicius Junior.
Ujian Berat dan Harapan Baru di Tottenham
Statistik penampilan Savinho pada musim debutnya 2024-2025 sebenarnya menunjukkan secercah harapan yang cukup menjanjikan bagi lini serang Spurs. Meski hanya mencetak satu gol, ia mampu menyumbangkan delapan assist di liga dan mencatatkan rasio umpan kunci serta peluang berbahaya yang cukup tinggi per 90 menit.
Keunggulan utama Savinho terletak pada fleksibilitas posisi serta kemampuan dribel luar biasa yang mampu merepotkan lini pertahanan lawan. Ia sama baiknya ketika beroperasi di sisi kiri maupun kanan lapangan, menjadikannya opsi ideal untuk membongkar pertahanan rapat lawan yang selama ini dicari oleh De Zerbi.
Kepindahan ke London Utara memberi kesempatan emas bagi Savinho untuk menghidupkan kembali performa terbaiknya setelah sempat meredup di bawah bayang-bayang skuad bintang Manchester City. Usianya yang masih menginjak 22 tahun membuat investasi mahal ini diproyeksikan sebagai proyek jangka panjang bagi lini serang klub.
Tantangan terbesar bagi sang pemain adalah membuktikan bahwa label harga mahalnya sebanding dengan kontribusi nyata di atas lapangan hijau. Minimnya torehan gol dalam dua musim terakhir menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera diselesaikan oleh sang winger bersama klub barunya.