Profil klub Ternana Calcio mencakup sejarah panjang perjalanan tim sepak bola asal Kota Terni, Umbria, Italia, yang dikenal dengan warna kebesaran merah dan hijau. Klub yang bermarkas di Stadio Libero Liberati ini pertama kali didirikan pada tahun 1925 sebelum akhirnya harus mengakhiri perjalanan panjangnya melalui proses likuidasi pada tahun 2026.
"Ternana Calcio merupakan satu-satunya klub profesional di Italia yang menggunakan kombinasi warna unik merah dan hijau, serta memiliki basis pendukung fanatik berhaluan kiri yang dijuluki The Freak Brothers," tulis laporan mengenai identitas klub.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSepanjang sejarahnya, klub yang memiliki julukan I Rossoverdi dan Le Fere ini sempat mencatatkan beberapa pencapaian penting di kompetisi sepak bola Italia. Mereka tercatat pernah merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Serie A sebanyak dua musim, masing-masing pada periode 1972-1973 serta 1974-1975, di samping puluhan musim berkompetisi di Serie B.
Sebagai tim pertama dari wilayah Umbria yang berhasil menembus Serie A, Ternana juga memiliki rivalitas lokal yang sengit dengan klub tetangga yakni Perugia. Perjalanan klub ini diwarnai oleh berbagai dinamika, mulai dari beberapa kali kebangkrutan, proses pendirian ulang, hingga naik turun di berbagai divisi liga profesional Italia.
Jejak Sejarah dan Dinamika Kompetisi Ternana Calcio
Dinamika perjalanan klub ini bermula dari penggabungan antara Terni Football Club dan Unione Sportiva Ternana pada tahun 1925 dengan nama awal Terni F.B.C. Setelah sempat mengalami beberapa kali pembubaran akibat masalah finansial dan berganti nama, klub ini konsisten berjuang di kasta-kasta bawah hingga menengah Liga Italia.
Pada musim 1971-1972, di bawah arahan pelatih Corrado Viciani, Ternana sukses menjuarai Serie B untuk pertama kalinya dan promosi ke Serie A. Kendati demikian, kiprah mereka di papan atas tidak bertahan lama karena langsung harus kembali turun ke Serie B pada musim berikutnya.
Klub sempat beberapa kali mengalami krisis keuangan berat yang berujung pada kebangkrutan, termasuk pada tahun 1987 dan 1993. Namun kecintaan masyarakat Terni selalu berhasil menghidupkan kembali klub kesayangan mereka melalui proses refoundation agar tetap bisa berkompetisi di kancah sepak bola nasional.
Pada era modern, kepemilikan klub sempat berpindah tangan ke Stefano Bandecchi selaku pemilik Universitas Niccolò Cusano pada tahun 2017. Menjelang akhir eksistensinya, Ternana menghabiskan musim-musim kompetisi di Serie C Grup B hingga akhirnya lembaran sejarah klub resmi ditutup lewat likuidasi.