Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / liga italia / Profil Roberto Sensini, Legenda...
LIGA ITALIA

Profil Roberto Sensini, Legenda Serba-Argentina di Liga Italia

By Aat Jati Pamungkas • 2 min read • 12 Agustus 2026
Profil Roberto Sensini mantan pemain timnas Argentina dan bintang Serie A

Profil Roberto Sensini mantan pemain timnas Argentina dan bintang Serie A

Roberto Sensini lahir di Argentina pada 12 Oktober 1966 dan dikenal sebagai salah satu bek serta gelandang bertahan tangguh yang pernah berkiprah di kompetisi elite Eropa. Perjalanan karier profesionalnya dimulai bersama Newell's Old Boys pada tahun 1986 sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Italia untuk bergabung dengan Udinese pada 1989.

Selama berkarier di Italia, Sensini mencatatkan namanya sebagai salah satu pemain bertahan paling konsisten dan disegani. Bersama Parma, ia berhasil meraih berbagai gelar bergengsi termasuk dua trofi Piala UEFA dan dua gelar Coppa Italia, sebelum kemudian pindah ke Lazio dan turut memenangi scudetto pada musim 1999-2000.

Tidak hanya sukses di level klub, Sensini juga menjadi andalan tim nasional Argentina di berbagai ajang internasional. Ia memperkuat Albiceleste dalam tiga edisi Piala Dunia yaitu tahun 1990, 1994, dan 1998, serta turut mempersembahkan medali perak pada ajang Olimpiade Atlanta 1996.

Setelah gantung sepatu dari dunia bermain profesional pada tahun 2006, Sensini melanjutkan kariernya di dunia sepak bola sebagai seorang pelatih. Ia sempat menukangi beberapa klub di Argentina seperti Estudiantes de La Plata, Newell's Old Boys, dan Colón sebelum akhirnya mendedikasikan pengalamannya untuk membina bakat-bakat muda.

Gaya Bermain dan Rekor Senior di Liga Italia

Roberto Sensini dikenal sebagai pemain yang cerdas, memiliki visi taktik yang luar biasa, serta kemampuan versatilitas yang tinggi di lini pertahanan. Sepanjang kariernya, ia sanggup mengemban berbagai peran mulai dari bek tengah, bek sayap, hingga gelandang bertahan dengan sama baiknya.

Ketangguhan fisiknya dipadu dengan teknik olah bola yang mumpuni membuat Sensini disegani oleh para penyerang lawan di Serie A. Julukan nonno atau kakek pun sempat disematkan oleh para jurnalis olahraga Italia karena usia bermainnya yang panjang dan konsistensi permainannya.

Menjelang penghujung kariernya di Udinese, Sensini bahkan menorehkan rekor sebagai pemain asing tertua yang mampu mencetak gol di divisi utama Liga Italia pada usia 39 tahun. Catatan tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda hidup sepak bola dunia.

Hingga kini, kontribusi besar Roberto Sensini baik bagi klub-klub Italia maupun tim nasional Argentina terus dikenang oleh para pecinta sepak bola sebagai simbol kedisiplinan dan profesionalisme tinggi di atas lapangan hijau.

Topics
roberto sensini profil argentina serie a udinese parma lazio sepak bola
Jurnalis Liga Italia & Serie A

Aat Jati Pamungkas adalah jurnalis sepak bola yang berbasis di Yogyakarta dengan spesialisasi pada Liga Italia atau Serie A. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang taktik sepak bola Italia, dinamika klub-klub besar seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Napoli. Tulisannya menghadirkan analisis tajam dan berita terkini dari kompetisi paling taktis di Eropa.