Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / liga italia / Profil Treviso FBC 1993, Perjalanan...
LIGA ITALIA

Profil Treviso FBC 1993, Perjalanan Klub Italia di Serie D

By Aat Jati Pamungkas • 2 min read • 12 Agustus 2026
Stadio Omobono Tenni kandang bersejarah klub Treviso FBC 1993 di Italia

Stadio Omobono Tenni kandang bersejarah klub Treviso FBC 1993 di Italia

Treviso Foot Ball Club 1993 atau yang lebih dikenal sebagai Treviso merupakan klub sepak bola profesional Italia yang berbasis di kota Treviso, wilayah Veneto, dan saat ini berkompetisi di Serie D sebagai kasta keempat Liga Italia. Klub yang identik dengan warna biru muda dan putih ini telah memainkan pertandingan kandangnya di Stadio Omobono Tenni berkapasitas 10.000 penonton sejak tahun 1933.

Dalam catatan sejarahnya, klub ini awalnya didirikan pada tahun 1909 dengan nama Football Club Treviso sebelum mengalami reinkarnasi masyarakat pada tahun 1921. Sebagian besar perjalanan sejarah klub dihabiskan di divisi bawah Liga Italia, dengan prestasi terbaik pada era 1950-1951 saat finis di peringkat keenam Serie B di bawah arahan pelatih legendaris Nereo Rocco.

Titik balik penting terjadi pada tahun 1993 ketika klub sempat mengalami kebangkrutan dan dibentuk ulang sebagai F.B.C. Treviso 1993, yang kemudian mencatatkan tiga kali promosi beruntun di bawah pelatih Giuseppe Pillon. Puncak kejayaan klub tercipta pada musim 2005-2006 ketika mereka untuk pertama kalinya promosi dan tampil di kasta tertinggi Serie A Italia.

Kendati kiprah di Serie A hanya bertahan semusim akibat degradasi dan masalah finansial yang mendera klub, Treviso tetap menunjukkan ketangguhan lewat beberapa kali pendirian ulang klub suksesor. Hingga kini, semangat juang klub terus hidup di kancah sepak bola Italia setelah kembali promosi ke Serie D pada musim 2022-2023.

Makna Warna dan Stadion Kandang Bersejarah Treviso

Italia

Identitas visual Treviso FBC 1993 sangat lekat dengan warna kebanggaan mereka yaitu light blue dan white atau biru muda dan putih yang telah menjadi simbol klub selama bertahun-tahun. Kombinasi warna ini selalu menghiasi atribut tim saat bertanding di hadapan para pendukung setianya.

Stadio Omobono Tenni yang menjadi kandang historis klub memiliki nilai emosional yang tinggi bagi para pendukung Treviso sejak pertama kali digunakan pada tahun 1933. Stadion berkapasitas sepuluh ribu penonton ini pernah menjadi saksi bisu berbagai momen penting perjalanan klub dari kompetisi amatir hingga level profesional tertinggi.

Meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan administratif, sanksi finansial dari FIGC, serta pergantian badan hukum klub akibat kebangkrutan pada tahun 2009 dan 2013, identitas serta basis suporter Treviso tidak pernah luntur dari kancah sepak bola regional maupun nasional.

Dukungan komunitas lokal yang kuat di wilayah Veneto terbukti mampu menjaga eksistensi klub hingga kembali berlaga di kompetisi nasional Serie D, melanjutkan tradisi panjang sepak bola yang telah mengakar di kota Treviso sejak awal abad ke-20.

Topics
treviso fbc 1993 treviso serie d sepak bola italia stadio omobono tenni serie a nereo rocco sejarah klub veneto profil klub
Jurnalis Liga Italia & Serie A

Aat Jati Pamungkas adalah jurnalis sepak bola yang berbasis di Yogyakarta dengan spesialisasi pada Liga Italia atau Serie A. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang taktik sepak bola Italia, dinamika klub-klub besar seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Napoli. Tulisannya menghadirkan analisis tajam dan berita terkini dari kompetisi paling taktis di Eropa.