Real Madrid resmi mencatatkan rekor transfer termahal sepanjang sejarah klub setelah mendatangkan bintang muda asal Pantai Gading, Yan Diomande. Pemain berbakat ini didatangkan dengan nilai fantastis yang mencapai 140 juta euro atau sekitar Rp 2,4 triliun.
Perjalanan karier Diomande bisa dibilang sangat unik dan jauh dari kata tradisional bagi pesepak bola profesional asal Afrika. Sebelum bersinar di La Liga bersama Leganes, ia sempat menimba ilmu di DME Academy di Florida, Amerika Serikat, pada tahun 2022 saat usianya baru menginjak 15 tahun.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
Subscribe"Diomande adalah pemain yang sangat cepat belajar meski sempat mengalami kendala adaptasi budaya saat berada di Amerika Serikat," ujar salah satu mantan pelatihnya yang enggan disebutkan namanya dalam sebuah wawancara.
Sebelum akhirnya berlabuh ke Spanyol, Diomande sempat menjalani masa trial yang kurang sukses di sejumlah klub Eropa seperti Bournemouth, Chelsea, hingga Crystal Palace. Namun, keberuntungan berpihak padanya saat pengusaha Jeff Luhnow melihat bakat besar dari rekaman video pemuda tersebut.
Statistik Mentereng dan Potensi Besar Diomande
Bakat luar biasa Diomande mulai mencuri perhatian pelatih Leganes, Borja Jimenez, setelah ia tampil impresif dalam laga persahabatan antara tim B dan tim utama. Tak butuh waktu lama bagi sang pelatih untuk mempromosikannya ke skuad utama yang berlaga di La Liga.
Debutnya yang memukau di Stadion Santiago Bernabeu melawan Real Madrid menjadi bukti mental baja sang pemain muda. Meski Leganes akhirnya terdegradasi, performa individu Diomande tetap mencuri perhatian lewat aksi dribel dan kreativitasnya di atas lapangan hijau.
Sejak debutnya hingga akhir musim 2024-2025, Yan Diomande tercatat sebagai salah satu winger paling berbahaya di La Liga. Ia mencatatkan rata-rata 6,5 percobaan dribel per 90 menit, angka yang menempatkannya di posisi keempat pemain La Liga dengan waktu bermain minimal 400 menit.
Kemampuan dribel Diomande bahkan melampaui statistik pemain bintang lainnya seperti Vinicius Junior dan Lamine Yamal dalam hal tingkat keberhasilan. Ia menjadi motor serangan utama yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan lewat akselerasi cepatnya.