Xavier Hernandez Creus atau yang lebih dikenal sebagai Xavi Hernandez adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Spanyol yang kini dikenang sebagai salah satu gelandang terhebat sepanjang masa. Lahir di Terrassa pada 25 Januari 1980, Xavi sangat terkenal karena visi permainan yang luar biasa, akurasi umpan yang presisi, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan di lini tengah.
Mengawali perjalanan kariernya dari akademi legendaris La Masia sejak usia 11 tahun, Xavi mencatatkan debut bersama tim utama Barcelona pada Agustus 1998 di bawah naungan pelatih Louis van Gaal. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi nyawa permainan klub Catalan tersebut dan mencatatkan total 767 penampilan resmi sebelum akhirnya memutuskan pindah ke klub Qatar, Al Sadd, pada tahun 2015.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeBersama Barcelona, puncak kejayaan Xavi terjadi ketika ia menjadi motor penggerak filosofi tiki-taka di bawah asuhan Pep Guardiola. Berduet bersama Andres Iniesta dan Sergio Busquets di lini tengah, ia sukses mengantarkan Blaugrana meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk dua kali meraih treble kontinental pada musim 2008-2009 dan 2014-2015.
Tidak hanya bersinar di level klub, Xavi juga menjadi sosok krusial di balik era keemasan tim nasional Spanyol. Ia berhasil membawa La Roja merajai kancah internasional dengan menjuarai Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, serta mempertahankan gelar Piala Eropa pada edisi 2012 sebelum pensiun dari timnas usai Piala Dunia 2014.
Prestasi Gemilang dan Transisi Menjadi Pelatih Sepak Bola
Selama berkarier sebagai pemain, koleksi trofi individu dan tim yang diraih Xavi sangat berlimpah. Ia pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen di ajang Piala Eropa 2008, empat kali beruntun meraih penghargaan playmaker terbaik dunia versi IFFHS, serta masuk dalam daftar tim sepanjang masa Ballon d'Or Dream Team yang dirilis oleh France Football pada tahun 2020.
Setelah memutuskan gantung sepatu sebagai pemain bersama Al Sadd pada tahun 2019, Xavi langsung mengambil langkah mulus ke dunia manajerial. Ia ditunjuk sebagai pelatih Al Sadd dan berhasil mempersembahkan tujuh trofi dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun kepemimpinannya di klub Liga Qatar tersebut.
Karier kepemimpinannya berlanjut ketika ia kembali ke klub masa kecilnya dengan ditunjuk sebagai pelatih kepala Barcelona pada November 2021. Sentuhan magisnya sebagai juru taktik langsung membuahkan hasil manis dengan membawa Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol serta gelar Liga Spanyol pada musim penuh pertamanya.
Sebagai sosok yang membawa DNA Barcelona sejati, kontribusi besar Xavi Hernandez baik sebagai pemain maupun pelatih telah menorehkan tinta emas yang abadi dalam sejarah sepak bola dunia. Warisan gaya bermain dan visinya di lapangan hijau akan terus dikenang oleh para pecinta sepak bola lintas generasi.