Paris Saint-Germain keluar sebagai juara Coupe de France 2006 setelah menaklukkan rival abadi mereka, Olympique de Marseille, dengan skor tipis 2-1 dalam laga final yang dihelat di Stade de France, Saint-Denis, pada 29 April 2006. Duel sarat gengsi yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Prancis ini berlangsung sengit sejak menit awal pertandingan.
"Kemenangan di laga final ini sangat berarti bagi seluruh pendukung dan tim setelah melalui perjuangan panjang di sepanjang turnamen," ujar perwakilan klub usai mengangkat trofi bergengsi tersebut di hadapan puluhan ribu penonton. Atmosfer panas mewarnai jalurnya pertandingan yang mempertemukan dua tim paling sukses di kompetisi piala domestik tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeParis Saint-Germain memastikan kemenangan berkat gol-gol yang dicetak oleh Bonaventure Kalou dan Vikash Dhorasoo yang tampil gemilang di lini serang. Sementara itu, Olympique de Marseille hanya mampu memperkecil kedudukan melalui gol hiburan yang disumbangkan oleh Toifilou Maoulida sebelum peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan ini menambah koleksi trofi Coupe de France bagi Paris Saint-Germain sekaligus menegaskan dominasi mereka dalam sejarah persaingan klasik sepak bola Prancis yang dikenal luas sebagai Le Classique melawan klub asal kota Marseille tersebut.
Perjalanan Menuju Puncak Coupe de France 2006
Perjalanan Paris Saint-Germain dan Olympique de Marseille menuju partai puncak di Stade de France tidak ditempuh dengan mudah karena harus menyingkirkan sejumlah klub tangguh dari berbagai level kompetisi domestik. Baik PSG maupun Marseille sama-sama berstatus sebagai salah satu tim tersukses dalam sejarah turnamen piala tertua di Prancis tersebut.
Di babak-babak sebelumnya, Paris Saint-Germain sukses melewati adangan klub-klub seperti US Vermelles, AJ Auxerre, Lyon-La Duchère, Lille OSC, hingga kemenangan dramatis atas FC Nantes di babak semifinal. Konsistensi permainan skuad asuhan pelatih saat itu menjadi kunci utama keberhasilan mereka melangkah hingga partai perebutan gelar juara.
Di sisi lain, Olympique de Marseille juga menunjukkan performa impresif dengan menumbangkan lawan-lawan berat seperti Le Havre AC, FC Metz, FC Sochaux-Montbéliard, hingga menyingkirkan Olympique Lyonnais di babak perempat final sebelum akhirnya menghentikan langkah Stade Rennais FC di semifinal.
Meskipun memiliki catatan sejarah pengoleksi gelar terbanyak di Coupe de Marseille kala itu, Marseille harus mengakui ketangguhan PSG di partai final. Hasil akhir 2006 ini pun mencatatkan lembaran baru bagi rivalitas abadi kedua klub elit sepak bola Prancis tersebut.