Paris Saint-Germain Boxing atau PSG Boxing merupakan klub tinju profesional asal Prancis yang beroperasi sebagai bagian dari departemen olahraga Paris Saint-Germain FC. Didirikan pada tahun 1992 atas prakarsa mantan petinju profesional Jean-Claude Bouttier, divisi ini bermarkas di fasilitas tinju khusus yang terletak di dalam Stadion Parc des Princes.
Kehadiran PSG Boxing langsung mencuri perhatian dunia olahraga Prancis dengan merekrut petinju-petinju berbakat seperti Djamel Lifa, Julien Lorcy, hingga Khalid Rahilou. Di bawah kepelatihan René Acquaviva, klub ini menjelma menjadi kekuatan kompetitif yang disegani baik di tingkat nasional maupun internasional pada era pertengahan 1990-an.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDalam kurun waktu lima tahun kompetisi, PSG Boxing berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih empat gelar kejuaraan Prancis, tiga gelar Eropa, serta satu gelar juara dunia. Salah satu puncak kejayaan divisi ini dicatatkan oleh Khalid Rahilou ketika sukses merebut sabuk juara dunia kelas welter ringan WBA di Amerika Serikat.
Namun, kejayaan tersebut harus berakhir menjelang akhir tahun 1997 menyusul mundurnya pelatih kepala René Acquaviva dan minimnya dukungan dari Federasi Tinju Prancis. Tekanan dari lingkungan internal tinju tradisional akhirnya membuat manajemen memutuskan untuk membubarkan seksi tinju dan menutup fasilitas latihan di Parc des Princes.
Warisan Emas Petinju Bintang PSG di Kancah Dunia
Meskipun usia seksi tinju ini tergolong singkat, para alumni PSG Boxing mampu membuktikan kualitasnya di panggung internasional setelah klub tersebut bubar. Sejumlah petinju didikan klub ini sukses mengukir sejarah manis dengan merengkuh gelar juara dunia di berbagai kelas berbeda pada akhir dekade 1990-an.
Julien Lorcy menjadi salah satu nama besar yang mengharumkan nama klub setelah berhasil meraih gelar juara dunia menyusul kemenangan gemilangnya di Paris. Ia bahkan selalu mengenakan lambang PSG pada celana tandingannya sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan mendalam terhadap klub yang membesarkan namanya.
Selain Lorcy, petinju Hacine Cherifi juga mencatatkan sejarah membanggakan dengan dinobatkan sebagai juara dunia di kelas menengah setelah menumbangkan lawannya. Keberhasilan ini mengukuhkannya sebagai petinju Prancis pertama yang meraih prestasi serupa di divisi tersebut sejak era legenda besar Marcel Cerdan.
Secara keseluruhan, dari total petinju Prancis yang pernah merajai dunia tinju profesional sejak era Georges Carpentier, tiga di antaranya merupakan lulusan PSG Boxing. Catatan fantastis ini membuktikan bahwa proyek ambisius Paris Saint-Germain di dunia tinju pernah menorehkan tinta emas yang sulit dilupakan.