Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / berita / Sejarah Top 14, Kompetisi Rugby...
BERITA

Sejarah Top 14, Kompetisi Rugby Tertua di Dunia Asal Prancis

By Redaksi Nysha Lilly • 3 min read • 12 Agustus 2026
Kompetisi rugby union Top 14 Prancis Stade Toulousain Bouclier de Brennus

Kompetisi rugby union Top 14 Prancis Stade Toulousain Bouclier de Brennus

Top 14 merupakan kompetisi rugby union profesional tingkat tertinggi di Prancis yang sekaligus memegang predikat sebagai liga klub nasional tertua di dunia. Ajang bergengsi yang kali pertama digulirkan pada tahun 1892 ini berada di bawah pengelolaan National Rugby League atau yang dikenal sebagai LNR. Melibatkan 14 klub elit, kompetisi ini menerapkan sistem promosi dan degradasi yang ketat bersama divisi Pro D2.

Sebagai salah satu dari tiga liga profesional utama di Benua Eropa selain English Premiership dan United Rugby Championship, ajang ini menjadi panggung utama bagi klub-klub terbaik untuk melaju ke European Rugby Champions Cup. Pertandingan final perdana dalam sejarah kompetisi ini diselenggarakan pada 20 Maret 1892, mempertemukan dua tim asal Paris yaitu Stade Français dan Racing Club de France, di mana Racing keluar sebagai juara perdana.

Sejak saat itu, kejuaraan ini rutin digelar setiap tahun kecuali pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Setiap tim yang keluar sebagai juara berhak mengangkat trofi ikonik bernama Bouclier de Brennus yang sudah diperebutkan sejak akhir abad ke-19. Hingga kini, Stade Toulousain tercatat sebagai klub paling sukses dalam sejarah kompetisi dengan koleksi 24 gelar juara.

Olahraga rugby sendiri pertama kali masuk ke Prancis melalui para pedagang serta pekerja asal Inggris sekitar tahun 1870-an. Klub pertama yang memainkan bentuk hibrida dari sepak bola adalah Havre Athletic Club pada 1872, sebelum akhirnya klub-klub pelajar mulai bermunculan dengan mengadopsi model sekolah publik khas Britania Raya demi mempopulerkan olahraga atletik dan rugby.

Perkembangan Format Kompetisi dan Dinasti Klub Rugby Prancis

Prancis

Format kejuaraan mengalami perubahan besar pada musim 1898 hingga 1899 dengan mempertemukan juara Paris melawan juara dari wilayah provinsi lainnya di Prancis. Perubahan format kembali terjadi pada tahun 1904 ketika 18 liga regional dibentuk, yang melahirkan dinasti pertama dalam sejarah rugby Prancis melalui dominasi Stade Bordelais. Klub tersebut sukses mencatatkan penampilan di 12 laga final dari rentang 1899 hingga 1911.

Memasuki dekade 1920-an, dominasi mulai bergeser ke klub-klub dari barat daya Prancis seperti Stade Toulousain yang mulai menorehkan tinta emasnya. Namun, perkembangan olahraga ini sempat diwarnai berbagai gejolak non-sportif pada tahun 1930-an akibat munculnya praktik profesionalisme terselubung atau yang populer disebut sebagai amatirisme cokelat.

Krisis finansial dan masalah internal sempat memicu boikot serta jatuhnya jumlah klub yang berafiliasi dengan federasi rugby Prancis sebelum akhirnya kembali bangkit pasca Perang Dunia II. Gelombang pertumbuhan baru terjadi berkat antusiasme masyarakat yang ingin melupakan kengerian konflik serta kembalinya klub-klub yang sempat beralih ke rugby league.

Era keemasan berikutnya dicatatkan oleh Béziers yang mendominasi dekade 1970-an di bawah arahan pelatih kepala Raoul Barrière dengan meraih sepuluh gelar juara antara 1971 dan 1984. Sejak saat itu pula, laga puncak kompetisi secara permanen dipusatkan di stadion ikonik Parc des Princes di kota Paris sebelum menjadi fondasi modern rugby Prancis saat ini.

Topics
top 14 rugby prancis olahraga stade toulousain lnr sejarah eropa
Tim Jurnalis Olahraga Terkemuka

Redaksi Nysha Lilly adalah tim jurnalis olahraga profesional yang berdedikasi menyajikan berita dan analisis sepak bola serta berbagai cabang olahraga lainnya. Dari Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, hingga kompetisi internasional, kami hadir untuk pecinta olahraga Indonesia dengan informasi akurat, cepat, dan terpercaya.