Friedel Rausch merupakan sosok legenda dalam dunia sepak bola Jerman yang memiliki rekam jejak impresif baik sebagai pemain maupun pelatih. Lahir di Duisburg pada 27 Februari 1940, pria yang berposisi sebagai bek ini dikenal tangguh saat membela Schalke 04 selama satu dekade, tepatnya dari tahun 1962 hingga 1971.
Karier kepelatihannya justru mencatatkan torehan emas yang membuatnya begitu disegani di Swiss. Bersama FC Luzern, ia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Swiss pada 1989 serta trofi Piala Swiss pada 1992. Pencapaian ini menjadikan Rausch sebagai manajer paling sukses dalam sejarah panjang klub tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDi luar prestasinya di lapangan hijau, Rausch juga sempat mengalami insiden unik sekaligus tragis pada 1969. Saat melakoni laga derby panas antara Schalke 04 dan Borussia Dortmund, ia dilaporkan sempat digigit oleh seekor anjing jenis Alsatian yang masuk ke area lapangan.
Setelah berjuang melawan penyakit kanker kulit yang dideritanya sejak 2006, Rausch akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 18 November 2017 di Horw, Swiss, dalam usia 77 tahun. Warisannya sebagai pemain disiplin dan pelatih visioner tetap dikenang oleh para pencinta sepak bola di Jerman dan Swiss hingga saat ini.
Jejak Karier Kepelatihan yang Luas
Dunia kepelatihan menjadi panggung yang begitu dinamis bagi Friedel Rausch setelah ia memutuskan gantung sepatu. Ia sempat mengarsiteki sejumlah klub besar di Eropa, mulai dari Eintracht Frankfurt hingga Fenerbahçe di Turki.
Tidak berhenti di situ, pengalaman manajerialnya terus berkembang saat menukangi berbagai klub seperti MVV Maastricht, Iraklis Thessaloniki, hingga 1. FC Kaiserslautern. Perpindahannya antarnegara menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan adaptasinya yang tinggi dalam meracik strategi.
Kiprahnya di berbagai liga membuktikan bahwa ia adalah pelatih yang tidak pernah takut menghadapi tantangan baru di budaya sepak bola yang berbeda. Dedikasinya dalam melatih tetap konsisten hingga akhir kariernya sebelum ia pensiun dari dunia manajemen sepak bola.
Bagi banyak pemain yang pernah diasuhnya, Rausch adalah sosok mentor yang tegas namun memiliki pemahaman mendalam tentang taktik bertahan. Hal ini selaras dengan latar belakangnya sebagai pemain belakang yang disiplin selama membela Schalke 04 di masa jayanya.