Daejeon di Korea Selatan dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kelima dengan populasi mendekati 1,5 juta jiwa dan menjadi pusat riset teknologi serta lingkungan alam yang asri.
"Kota ini tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi utama berkat jalur kereta kecepatan tinggi, tetapi juga menjadi rumah bagi puluhan perguruan tinggi ternama seperti KAIST dan berbagai institut riset," ujar laporan perkembangan wilayah urban Korea Selatan.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePerkembangan pesat wilayah ini didorong oleh perpindahan fungsi administratif dari Seoul sejak era 1980-an yang kemudian mengangkat statusnya menjadi kota metropolitan resmi pada tahun 1989.
Secara geografis, kota yang dikelilingi oleh pegunungan dan aliran sungai ini memiliki iklim empat musim serta letak strategis yang menghubungkan berbagai wilayah penting di Semenanjung Korea.
Jejak Sejarah Panjang Daejeon dari Masa ke Masa
Catatan sejarah mengenai wilayah ini dapat ditelusuri dari penggunaan nama Hanbat yang berarti ladang besar dalam literatur geografi kuno abad ke-15.
"Jejak pemukiman manusia di daerah ini bahkan sudah ada sejak zaman prasejarah, dibuktikan oleh berbagai artefak arkeologis dari masa Paleolitikum hingga Zaman Perunggu," jelas para sejarawan lokal.
Pada era Tiga Kerajaan, kawasan strategis ini sempat menjadi wilayah peregangan kekuasaan antara Baekje, Silla, dan Goguryeo yang meninggalkan banyak situs benteng pertahanan.
Seiring berjalannya waktu, transformasi administratif terus terjadi hingga wilayah tersebut berkembang menjadi pusat modern yang memadukan warisan sejarah dan kemajuan teknologi mutakhir.