Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / berita / Mengenal Legion of Honour,...
BERITA

Mengenal Legion of Honour, Penghargaan Tertinggi Prancis

By Redaksi Nysha Lilly • 3 min read • 17 Agustus 2026
Legion of Honour merupakan penghargaan tertinggi Prancis untuk pengabdian sipil dan militer

Legion of Honour merupakan penghargaan tertinggi Prancis untuk pengabdian sipil dan militer

Legion of Honour atau Ordre national de la Légion d'honneur merupakan institusi kehormatan tertinggi dan paling bergengsi di Prancis yang mencakup bidang militer maupun sipil. Didirikan oleh Napoleon Bonaparte pada 1802, penghargaan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas keberanian atau prestasi luar biasa tanpa memandang latar belakang sosial.

Dalam praktiknya, penghargaan ini dibagi ke dalam lima tingkatan, mulai dari Chevalier (Knight), Officier (Officer), Commandeur (Commander), Grand officier (Grand Officer), hingga Grand-croix (Grand Cross). Simbol kehormatan ini membawa motto "Honneur et Patrie" atau "Kehormatan dan Tanah Air", dengan pusat administrasi di Palais de la Légion d'honneur, Paris.

Berbeda dengan tatanan ksatria masa lalu yang kaku dan terbatas, Napoleon menciptakan Legion of Honour sebagai sistem meritokrasi modern. Institusi ini terbuka bagi siapa saja berdasarkan bakat dan pengabdian, bukan sekadar status bangsawan atau agama tertentu, menjadikannya salah satu ordo merit modern pertama di dunia.

Meski memiliki nilai sejarah dan prestise yang sangat tinggi, perjalanan penghargaan ini tidak luput dari dinamika politik. Sepanjang sejarahnya, aturan mengenai kriteria penerima, proses pencabutan gelar, hingga perubahan desain insignia telah beberapa kali disesuaikan oleh berbagai pemerintahan Prancis yang berkuasa.

Kontroversi dan Ketatnya Seleksi Penerima

Prancis

Di balik kemegahannya, Legion of Honour sempat memicu perdebatan publik akibat penganugerahannya kepada tokoh-tokoh kontroversial. Pemerintah Prancis pun telah memperketat aturan penganugerahan untuk menjaga integritas ordo tersebut dari mereka yang dianggap melakukan tindakan tidak terhormat.

Langkah reformasi signifikan dilakukan pada 2017 di bawah pemerintahan Emmanuel Macron, dengan tujuan mengembalikan marwah penghargaan tersebut agar lebih selektif dan berbasis pada merit. Kebijakan ini mencakup pengurangan kuota penerima, baik dari kalangan sipil, militer, maupun warga negara asing.

Prosedur pencabutan penghargaan kini semakin tegas bagi mereka yang terbukti melanggar hukum, terutama jika dijatuhi hukuman penjara dalam jangka waktu tertentu. Salah satu contoh terbaru adalah pencabutan gelar yang sempat diberikan kepada tokoh-tokoh yang kemudian tersandung kasus pidana korupsi atau tindak kejahatan berat lainnya.

Selain pencabutan oleh negara, terdapat pula individu yang secara sadar menolak menerima penghargaan ini. Tokoh-tokoh seperti Jean-Paul Sartre dan Albert Camus tercatat pernah menolak penganugerahan tersebut, yang menunjukkan bahwa Legion of Honour tetap menjadi simbol yang sarat akan pilihan nilai dan integritas bagi para penerimanya.

Topics
legion of honour prancis napoleon bonaparte penghargaan sejarah meritokrasi eropa budaya
Tim Jurnalis Olahraga Terkemuka

Redaksi Nysha Lilly adalah tim jurnalis olahraga profesional yang berdedikasi menyajikan berita dan analisis sepak bola serta berbagai cabang olahraga lainnya. Dari Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, hingga kompetisi internasional, kami hadir untuk pecinta olahraga Indonesia dengan informasi akurat, cepat, dan terpercaya.