Perjanjian Guadalupe Hidalgo secara resmi mengakhiri Perang Meksiko-Amerika yang berlangsung antara tahun 1846 hingga 1848 setelah ditandatangani di kota Guadalupe Hidalgo pada 2 Februari 1848. Perjanjian penting ini mengubah batas wilayah secara drastis dan menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam sejarah hubungan antara Amerika Serikat dan Meksiko.
Setelah kekalahan militer dan jatuhnya ibu kota pada September 1847, pihak Meksiko terpaksa melakukan perundingan damai dengan utusan khusus Amerika Serikat, Nicholas Trist. Hasil dari perundingan tersebut mewajibkan Meksiko untuk menyerahkan 55 persen wilayah teritorialnya kepada pemerintah Amerika Serikat.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeWilayah yang diserahkan meliputi sebagian besar kawasan yang kini menjadi negara bagian California, Nevada, Utah, sebagian besar Arizona, serta sebagian wilayah New Mexico, Colorado, dan Wyoming. Selain itu, Meksiko juga harus melepaskan seluruh klaim atas wilayah Texas dan mengakui Sungai Rio Grande sebagai batas selatan.
Sebagai gantinya, pemerintah Amerika Serikat membayarkan kompensasi finansial sebesar USD 15 juta serta mengambil alih tanggungan utang kepada warga negara Amerika. Penduduk lokal di wilayah yang dianeksasi diberikan pilihan untuk pindah atau tetap tinggal dengan status kewarganegaraan Amerika Serikat.
Dampak Jangka Panjang dan Ketentuan Perjanjian
Dampak dari perjanjian ini dirasakan selama berpuluh-puluh tahun kemudian, terutama terkait sengketa tanah yang melibatkan keturunan pemilik tanah asal Meksiko. Berbagai aturan dan modifikasi hukum sepihak membuat sengketa kepemilikan lahan terus berlanjut hingga memasuki abad ke-21 di wilayah barat daya Amerika Serikat.
Artikel XI dalam perjanjian tersebut awalnya dirancang untuk melindungi wilayah utara Meksiko dari serangan suku-suku Indian, namun ketentuan itu terbukti sulit ditegakkan di lapangan. Tingginya angka konflik membuat pasal tersebut akhirnya dianulir melalui kesepakatan Gadsden Purchase pada tahun 1853.
Kesepakatan lanjutan melalui Pembelian Gadsden turut memperluas wilayah perbatasan demi mengakomodasi rencana pembangunan jalur kereta api transkontinental. Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan tambahan dana sebesar USD 10 juta untuk mengamankan wilayah bagian selatan New Mexico dan Arizona.
Secara keseluruhan, wilayah luas yang diperoleh melalui perjanjian bersejarah ini menjadi fondasi bagi terbentuknya sembilan negara bagian di Amerika Serikat modern. Peristiwa ini sekaligus menandai babak baru dominasi teritorial Amerika Serikat di kawasan benua Amerika Utara.