Mexican Cession atau Cesión mexicana merupakan wilayah yang diserahkan Meksiko kepada Amerika Serikat berdasarkan Perjanjian Guadalupe Hidalgo pada tahun 1848 setelah berakhirnya Perang Meksiko-Amerika. Wilayah bersejarah ini mencakup area luas yang kini menjadi bagian dari negara bagian California, Texas, New Mexico, Utah, Nevada, Arizona, serta sebagian Colorado, Oklahoma, Kansas, dan Wyoming di kawasan barat Amerika Serikat.
Sebelum penyerahan tersebut terjadi, sebagian besar wilayah kekuasaan ini berada di bawah kendali provinsi Alta California dan sebagian wilayah Santa Fe de Nuevo México. Konflik bermula ketika Presiden Amerika Serikat James K. Polk mengirimkan pasukan ke sengketa perbatasan antara Sungai Nueces dan Sungai Rio Grande pada tahun 1846, yang kemudian memicu kecamuk perang terbuka antara kedua negara.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSetelah serangkaian pertempuran sengit hingga jatuhnya ibu kota Mexico City, diplomat Nicholas Trist berhasil merundingkan perjanjian damai yang mengakhiri perang. Berdasarkan kesepakatan itu, batas negara didefinisikan ulang secara permanen dan mengalihkan kendali teritorial yang masif kepada pemerintah Amerika Serikat sebagai pemenang perang.
Sebagai bentuk kompensasi atas kerugian wilayah dan dampak konflik bersenjata, pemerintah Amerika Serikat sepakat membayar ganti rugi sebesar 15 juta dolar serta mengambil alih tanggungan utang kepada warga negara Amerika Serikat. Peristiwa geopolitik ini mengubah peta geopolitik benua Amerika secara signifikan dan memicu perdebatan panjang mengenai status perbudakan di wilayah barat.
Dampak Perluasan Wilayah dan Konflik Internal AS
Isu mengenai apakah negara bagian baru yang terbentuk dari wilayah Mexican Cession akan melegalkan perbudakan atau tidak sempat memicu polarisasi politik yang tajam antara kubu Utara dan Selatan di Amerika Serikat. Ketegangan nasional ini bahkan menjadi salah satu pemicu utama menjelang pecahnya Perang Saudara Amerika pada dekade berikutnya.
Selain persoalan perbudakan, dinamika pembangunan infrastruktur transportasi pada masa itu juga dihadapkan pada kendala geografis wilayah baru yang bergunung-gunung. Kondisi topografi tersebut menyulitkan pembangunan jalur kereta api transkontinental langsung menuju pelabuhan di pesisir selatan tanpa melalui jalur utara.
Demi memuluskan ambisi pembangunan jalur kereta api serta mengincar jalur strategis perdagangan, pemerintah Amerika Serikat kemudian kembali melakukan negosiasi pembelian tanah tambahan dari Meksiko. Pembelian susulan yang dikenal sebagai Gadsden Purchase pada tahun 1853 akhirnya merampungkan batas teritorial darat di kawasan selatan.
Secara keseluruhan, kehilangan teritorial akibat Perjanjian Guadalupe Hidalgo membuat Meksiko harus rela merelakan lebih dari separuh wilayah kedaulatannya sebelum tahun 1836. Peristiwa besar dalam sejarah ekspansi teritorial Amerika Serikat ini terus dikenang sebagai tonggak perubahan batas peta dunia modern.