Mercedes-Benz merupakan salah satu merek otomotif asal Jerman di bawah Mercedes-Benz Group yang telah lama malang melintang di dunia Formula One sebagai tim independen sekaligus penyuplai mesin andal. Saat ini, tim yang berlaga dengan nama Mercedes-AMG Petronas Formula One Team bermarkas di Brackley, Inggris, dengan mengusung lisensi balap asal Jerman.
Perjalanan pabrikan berjuluk Silver Arrows ini di ajang balap jet darat sudah dimulai sejak era praperang dunia pada kejuaraan Eropa sebelum akhirnya debut resmi di Formula One pada tahun 1954. Pada musim debutnya tersebut, pebalap legendaris Juan Manuel Fangio langsung mempersembahkan gelar juara dunia pebalap pertama bagi pabrikan asal Jerman itu.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeMeski sempat mendominasi musim 1954 dan 1955, Mercedes-Benz memutuskan untuk vakum dari dunia balap motor internasional akibat insiden tragis di Le Mans pada tahun 1955. Pabrikan asal Stuttgart tersebut baru kembali secara penuh ke ajang Formula One pada era modern setelah mengakuisisi tim Brawn GP pada penghujung tahun 2009.
Keputusan strategis tersebut langsung berbuah manis ketika era regulasi mesin hibrida turbo dimulai pada tahun 2014, di mana Mercedes menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan sepanjang sejarah kompetisi. Mereka sukses mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih delapan gelar juara konstruktor secara beruntun dari tahun 2014 hingga 2021.
Transformasi Kepemilikan dan Era Kejayaan Modern
Sebelum dikenal sebagai tim pabrikan utuh seperti saat ini, akar sejarah tim di Brackley ini berawal dari beberapa era penting termasuk Tyrrell Racing, BAR, hingga Honda Racing F1 Team. Ketika Honda memutuskan mundur dari ajang balap pada akhir 2008, manajemen tim yang dipimpin oleh Ross Brawn mengambil alih kepemilikan dan menggunakan mesin Mercedes-Benz.
Di bawah bendera Brawn GP yang bermodal pas-pasan, Jenson Button secara mengejutkan berhasil mengamankan gelar juara dunia pebalap dan konstruktor pada musim 2009. Kesuksesan luar biasa tersebut menarik minat Daimler AG untuk membeli saham mayoritas tim dan mengubah namanya menjadi Mercedes GP pada musim 2010.
Pada awal era kepemilikan Daimler AG tersebut, tim merekrut kembali pebalap tersohor Michael Schumacher yang berpasangan dengan Nico Rosberg untuk membangun fondasi kekuatan jangka panjang. Meskipun sempat mengalami masa adaptasi yang cukup menantang pada musim-musim awal, tim perlahan bangkit dan mendominasi lini depan grid.
Kemitraan strategis yang solid antara Mercedes-Benz Group, Ineos, dan Toto Wolff pada kepemilikan modern semakin memperkokoh posisi mereka sebagai salah satu pilar utama di ajang Formula One. Pabrikan ini tidak hanya mendominasi kategori pebalap dan konstruktor, tetapi juga mencatatkan ratusan kemenangan sebagai penyuplai mesin terkemuka.