Chief Executive Premier League Richard Masters dengan tegas menyatakan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino telah menekan tombol penghancuran diri melalui rencana kontroversial untuk mendatangkan investasi swasta ke dalam turnamen Piala Dunia. Rencana ambisius namun menuai polemik tersebut memicu gejolak besar di internal badan sepak bola dunia, termasuk mundurnya Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour setelah melayangkan pernyataan keras.
"Ini adalah masalah yang diciptakan oleh FIFA sendiri," ujar Masters kepada media setempat mengenai polemik investasi swasta yang melibatkan turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
Subscribe"Ini adalah luka yang diakibatkan oleh diri sendiri. Organisasi telah menekan tombol penghancuran diri, dan konsekuensinya kini mengalir ke solusi-solusi yang harus ditemukan," lanjut Masters mengecam langkah kepemimpinan FIFA.
Masters menambahkan bahwa dirinya meyakini FIFA sebagai organisasi nirlaba tidak seharusnya pernah mempertimbangkan untuk menjual kepemilikan saham di dalam turnamen Piala Dunia. Menurutnya, ajang tersebut harus senantiasa dipegang dalam bentuk kepercayaan demi masa depan olahraga sepak bola global.
Desakan Reformasi Total di Tubuh Kepemimpinan FIFA
Tekanan terhadap Gianni Infantino semakin masif setelah UEFA secara konsisten melontarkan kritik vokal sementara Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA juga resmi menarik dukungan mereka terhadap sang presiden. Situasi ini membuat posisi kepemimpinan di badan tertinggi sepak bola dunia tersebut berada dalam sorotan tajam.
"Saya rasa ini adalah ide yang buruk, dan pihak FA telah mengambil posisi yang tepat terkait dengan langkah Gianni," ungkap Masters menegaskan sikap asosiasi sepak bola Inggris.
Menyongsong agenda pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung tahun depan, Masters turut berbicara mengenai potensi munculnya kandidat penantang baru yang dapat membawa angin perubahan nyata.
"Saya pikir seorang kandidat persatuan yang muncul harus memiliki agenda reformasi FIFA, dan mungkin bahkan reformasi terhadap peran presiden serta bagaimana posisinya berinteraksi dengan berbagai hal tersebut," pungkasnya.