Piala Dunia 1970 Mexico menjadi edisi kesembilan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia yang berlangsung pada 31 Mei hingga 21 Juni 1970. Ajang ini mengukir sejarah baru sebagai gelaran Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di luar benua Eropa dan Amerika Selatan, sekaligus menjadi turnamen perdana di kawasan Amerika Utara.
Sebanyak 16 negara bertarung di putaran final setelah melalui proses kualifikasi panjang yang diikuti 75 tim dari berbagai benua. Turnamen ini juga diwarnai oleh penampilan perdana tiga tim debutan, yakni El Salvador, Israel, dan Maroko, yang memberikan warna baru dalam persaingan sepak bola global.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeMeskipun para pemain harus menghadapi tantangan berat berupa cuaca panas menyengat dan ketinggian geografis Meksiko di atas 1.500 meter dari permukaan laut, kompetisi ini justru menyajikan permainan menyerang yang luar biasa. Rata-rata gol per pertandingan yang tercipta pada edisi ini bahkan menjadi salah satu rekor tertinggi yang sulit ditandingi oleh gelaran-gelaran berikutnya.
Selain aksi memukau di atas lapangan hijau, Piala Dunia 1970 Mexico juga mencetak rekor penonton berkat kemajuan teknologi komunikasi satelit. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pertandingan Piala Dunia disiarkan secara langsung ke seluruh penjuru dunia dan ditayangkan dalam format siaran televisi berwarna.
Keperkasaan Brasil dan Rekor Siaran Televisi Berwarna
Tim nasional Brasil tampil sangat dominan sepanjang turnamen dengan menyapu bersih enam pertandingan dari babak grup hingga partai final dengan kemenangan. Dipimpin oleh kapten Carlos Alberto serta diperkuat bintang-bintang legendaris seperti Pelé, Gérson, Jairzinho, Rivellino, dan Tostão, skuad ini kerap disebut sebagai tim sepak bola terbaik sepanjang masa.
Pada laga final yang berlangsung di Estadio Azteca, Mexico City, Brasil sukses menundukkan Italia dengan skor telak 4-1. Kemenangan fantastis tersebut membawa Seleção mengamankan gelar juara dunia ketiga mereka, yang membuat Brasil berhak menyimpan Trofi Jules Rimet secara permanen sebelum digantikan trofi baru pada edisi 1974.
Dalam perjalanannya menuju tangga juara, Brasil mencatatkan pencapaian unik dengan mengalahkan tim-tim kuat pemilik gelar juara dunia dan juara benua, seperti Inggris dan Uruguay. Catatan ini menjadikan Brasil sebagai satu-satunya tim pemenang yang berhasil menumbangkan jawara Eropa dan Amerika Selatan sekaligus sang juara bertahan dalam satu edisi turnamen.
Penyelenggaraan turnamen di lima stadion megah Meksiko ini pada akhirnya sukses mengubah wajah sepak bola modern. Kombinasi permainan menyerang yang menghibur, kehadiran siaran warna interkontinental, serta dominasi mutlak tim Brasil membuat Piala Dunia 1970 Mexico selalu dikenang sebagai salah satu edisi paling ikonik dalam sejarah olahraga.