Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi salah satu turnamen paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia yang melambungkan nama besar Diego Maradona bersama Tim Tango. Perhelatan akbar edisi ke-13 ini awalnya dijadwalkan berlangsung di Kolombia, namun urung terlaksana akibat kendala ekonomi yang membuat negara tersebut mundur sebagai tuan rumah pada akhir tahun 1982.
Meksiko kemudian ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah pengganti pada Mei 1983 dan mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang menggelar Piala Dunia lebih dari satu kali setelah edisi 1970. Turnamen yang berlangsung dari 31 Mei hingga 29 June 1986 ini menggunakan format 24 tim dengan persaingan ketat di berbagai kota tuan rumah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKondisi cuaca yang panas serta letak geografis kota-kota di Meksiko yang berada di dataran tinggi memberikan tantangan fisik yang luar biasa bagi para pemain peserta. Meskipun demikian, daya tarik utama turnamen ini terpusat pada penampilan gemilang kapten Argentina berusia 25 tahun, Diego Maradona, yang memimpin negaranya menuju tangga juara.
Maradona mencatatkan sejarah abadi lewat dua gol legendarisnya saat menghadapi Inggris di babak perempat final, yakni gol kontroversial "Hand of God" serta aksi solo run brilian yang dinobatkan sebagai "Goal of the Century". Ketajaman dan kreativitas Maradona sepanjang turnamen mengantarkan Argentina menaklukkan West Germany dengan skor 3-2 di partai puncak yang digelar di Estadio Azteca, Mexico City.
Perjalanan Unik Penunjukan Tuan Rumah dan Debut Negara Baru
Proses penunjukan Meksiko sebagai tuan rumah sempat diwarnai dinamika politik sepak bola yang melibatkan protes dari negara-negara pesaing seperti Amerika Serikat dan Kanada. Komite khusus FIFA memutuskan untuk memilih Meksiko meskipun terdapat kritik terkait kesiapan infrastruktur stadion dibandingkan tawaran dari negara-negara Amerika Utara lainnya.
Di tengah kekhawatiran akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Meksiko delapan bulan sebelum turnamen dimulai, persiapan penyelenggaraan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti pada fasilitas stadion. Ajang ini juga diramaikan oleh kemunculan fenomena penonton "Mexican wave" yang kemudian mendunia serta status tahun 1986 sebagai International Year of Peace dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejumlah negara seperti Canada, Denmark, dan Iraq mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia dengan tantangan masing-masing. Irak misalnya harus melakoni seluruh pertandingan kandangnya di tempat netral di Arab Saudi akibat berkecamuknya perang dengan Iran.
Dominasi kekuatan tradisional sepak bola dunia tetap terlihat dengan lolosnya enam mantan juara dunia, sementara Argentina sukses menutup turnamen dengan manis sebelum puasa gelar panjang hingga mereka kembali menjadi juara pada 2022.