Italian Football Federation atau Federazione Italiana Giuoco Calcio yang akrab disapa FIGC merupakan badan resmi yang mengatur dan mengoordinasikan seluruh sistem liga serta tim nasional sepak bola di Italia. Organisasi besar ini berbasis di kota Roma, sementara departemen teknisnya berlokasi di Coverciano, Florence, untuk menunjang pengembangan sepak bola nasional.
Sejarah lahirnya federasi ini bermula pada 26 Maret 1898 di Turin ketika dibentuk dengan nama awal Federazione Italiana del Football atas inisiatif Majelis Konstituen yang dipimpin oleh Enrico D'Ovidio. Mario Vicary kemudian terpilih sebagai presiden resmi pertama dari federasi yang menaungi perkembangan olahraga paling populer di Italia tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDalam perjalanannya, nama organisasi resmi berganti menjadi Federazione Italiana Giuoco del Calcio pada tahun 1909 melalui pemungutan suara antar klub anggota. Sejak saat itu, akronim FIGC melekat kuat sebagai identitas utama dalam mengelola kompetisi domestik mulai dari level profesional hingga amatir.
Selain mengurus liga domestik, FIGC juga memegang penuh tanggung jawab dalam menunjuk jajaran manajemen untuk tim nasional sepak bola pria, wanita, kelompok umur, hingga tim nasional futsal. Berbagai pencapaian membanggakan di level internasional telah diraih di bawah naungan federasi ini selama bertahun-tahun.
Transformasi Profesionalisme dan Dinamika Kepemimpinan
Transformasi besar dalam tubuh sepak bola Italia terjadi pada tahun 1926 melalui pengesahan dokumen Carta di Viareggio yang mengubah status pemain menjadi non-amatir secara legal. Kebijakan ini menjadi tonggak awal era profesionalisme di Italia dengan tetap menghormati aturan ketat yang ditetapkan oleh FIFA.
Meskipun sempat menorehkan prestasi gemilang seperti menjuarai Euro 2020 di bawah kepemimpinan Gabriele Gravina, FIGC juga tidak luput dari berbagai tantangan berat. Organisasi ini beberapa kali harus menghadapi krisis internal, skandal sepak bola, hingga kegagalan lolos ke Piala Dunia yang memicu evaluasi menyeluruh.
Di sisi lain, federasi juga aktif dalam diplomasi internasional termasuk sukses mengamankan hak tuan rumah turnamen akbar. Italia bersama Turki resmi ditunjuk sebagai tuan rumah bersama untuk ajang European Football Championship pada masa mendatang.
Hingga kini, FIGC terus berupaya melakukan pembenahan struktur organisasi, peningkatan kualitas pemain muda lokal, serta menjaga stabilitas keuangan klub-klub profesional demi kemajuan prestasi sepak bola Italia di panggung global.