Parma Calcio 1913 merupakan klub sepak bola profesional asal Italia yang berbasis di kota Parma, wilayah Emilia-Romagna, dan saat ini berkompetisi di ajang Serie A sebagai kasta tertinggi Liga Italia. Didirikan pertama kali pada Desember 1913 sebelum mengalami reformasi besar pada 2015, klub ini memiliki sejarah panjang penuh liku di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Bermarkas di Stadio Ennio Tardini yang berkapasitas hampir 28 ribu penonton sejak tahun 1923, klub berjuluk I Gialloblu ini identik dengan warna kebesaran kuning dan biru. Perjalanan sejarah klub diwarnai berbagai fase penting, mulai dari era kejayaan dekade 1990-an hingga hantaman krisis finansial parah yang memaksa mereka bangkit dari kompetisi amatir Serie D.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePada periode keemasan antara tahun 1992 hingga 2002, Parma menjelma sebagai kekuatan elite sepak bola Italia yang disegani di bawah dukungan finansial perusahaan Parmalat. Pada era tersebut, mereka sukses merajai berbagai ajang bergengsi domestik maupun Eropa serta melahirkan banyak bintang lapangan hijau berkelas dunia.
Setelah sempat dinyatakan bangkrut pada tahun 2015 dan harus memulai kembali perjuangan dari kasta terbawah, Parma menunjukkan mentalitas luar biasa dengan mencetak rekor promosi beruntun untuk kembali menapaki panggung utama Serie A demi mengembalikan kejayaan masa lalu.
Deretan Trofi Bergengsi dan Era Kejayaan Klub
Selama sejarah perjalanannya di kancah profesional, Parma telah mengoleksi berbagai gelar juara bergengsi yang membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu tim kuat Italia. Koleksi trofi tersebut mencakup kemenangan di ajang Coppa Italia, Supercoppa Italiana, hingga piala level kontinental.
Di kancah Eropa, prestasi paling mentereng diraih ketika mereka menjuarai Piala UEFA sebanyak dua kali, Piala Super Eropa, serta Piala Winners UEFA. Keberhasilan menaklukkan tim-tim kuat benua biru kala itu membuat Parma mendapat pengakuan luas sebagai bagian dari kelompok elite tujuh saudara atau Seven Sisters.
Di balik pencapaian gemilang tersebut, klub juga sempat melalui badai krisis keuangan akibat skandal Parmalat pada tahun 2003 yang berujung pada kebangkrutan total dua belas tahun kemudian. Kendati demikian, dukungan loyal dari para pendukung setia dan manajemen baru berhasil menyelamatkan eksistensi klub.
Kini, dengan fondasi yang lebih stabil serta semangat juang tinggi, Parma Calcio 1913 terus berbenah untuk bersaing secara kompetitif di Serie A sekaligus merajut kembali memori kejayaan mereka di hadapan para tifosi setianya.