Stadio Olimpico di Roma berdiri megah sebagai fasilitas olahraga terbesar di ibu kota Italia dengan kapasitas lebih dari 70 ribu penonton dan menjadi markas utama bagi dua klub sekota yang memiliki rivalitas tinggi, S.S. Lazio dan A.S. Roma.
"Stadion ini tidak hanya menjadi simbol kejayaan olahraga Italia, tetapi juga saksi bisu berbagai momen bersejarah sepak bola dunia," ujar pengamat olahraga setempat terkait kompleks Foro Italico.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeProyek pembangunan stadion megah ini pertama kali dimulai pada tahun 1928 di bawah arahan arsitek Enrico Del Debbio sebelum akhirnya mengalami berbagai renovasi besar menjelang perhelatan akbar Olimpiade Musim Panas 1960 serta Piala Dunia 1990.
Selain menggelar pertandingan sepak bola domestik maupun internasional bergengsi, Stadio Olimpico juga kerap bertransformasi menjadi arena konser musik akbar yang mendatangkan puluhan ribu penonton dari berbagai penjuru Eropa.
Transformasi Kompleks Foro Italico dan Perjalanan Panjang
Kawasan Foro Italico yang kini menaungi Stadio Olimpico dulunya merupakan area rawa di dekat bukit Monte Mario sebelum akhirnya dialihfungsikan oleh rezim fasis pada tahun 1926 sebagai pusat kegiatan olahraga dan propaganda.
"Pembangunan kawasan olahraga tersebut dirancang secara matang untuk menampung berbagai agenda besar kenabian maupun kompetisi atletik berskala internasional," catat arsip sejarah setempat.
Setelah sempat terbengkalai dan beralih fungsi selama Perang Dunia II, kepemilikan stadion kemudian diserahkan kepada Komite Olimpiade Nasional Italia atau CONI untuk diselesaikan pembangunannya secara menyeluruh.
Kini, renovasi modern yang dilakukan menjelang Piala Dunia 1990 telah melengkapi stadion dengan atap pelindung serta fasilitas berstandar tinggi yang memastikan kenyamanan bagi para suporter sepak bola.