Proses transfer Trevoh Chalobah dari Chelsea ke Como diprediksi bakal segera rampung dalam waktu dekat setelah kesepakatan resmi diumumkan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pemain bertahan berusia 27 tahun tersebut memutuskan untuk meninggalkan Stamford Bridge dan memulai petualangan baru di kompetisi Serie A Italia.
Kepindahan Chalobah ke klub promosi yang kini menjelma menjadi kekuatan baru tersebut melibatkan nilai transfer sekitar 30 juta euro atau setara dengan kurang lebih 31 juta poundsterling plus add-ons. Negosiasi yang sempat berjalan alot dalam beberapa pekan terakhir akhirnya menemui titik terang setelah Inter Milan mundur dari perburuan akibat tingginya harga yang dipatok.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSetelah menjalani tes medis di Italia pada hari Rabu, lulusan akademi Cobham tersebut resmi meneken kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun. Chalobah akan mengenakan seragam klub asal Lombardy tersebut hingga bulan Juni 2031 mendatang.
"Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa berada di sini di Como, ini adalah proyek yang ambisius dan sedang berkembang, serta bekerja sama lagi dengan manajer Cesc Fabregas sungguh terasa sangat istimewa," ujar Chalobah melalui laman resmi klub.
Alasan Cesc Fabregas Datangkan Chalobah ke Como
Kehadiran Trevoh Chalobah disambut hangat oleh pelatih kepala Como Cesc Fabregas yang sudah mengenal kualitas sang pemain sejak masih berada di London. Pengalaman serta perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh sang bek, termasuk keberhasilannya menembus skuad tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026, menjadi daya tarik tersendiri bagi sang juru taktik.
"Trevoh adalah rekrutan penting bagi kami dan pemain yang merepresentasikan tingkat ambisi yang kami miliki di klub ini," tutur Fabregas dengan penuh antusias.
Fabregas menilai kehadiran mantan pemain akademi The Blues tersebut akan memberikan tambahan kekuatan, kecepatan, serta kualitas teknik dalam membangun serangan dari lini belakang. Karakter kepemimpinan yang dimiliki Chalobah juga diyakini mampu mendongkrak performa keseluruhan tim di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia.
Di sisi lain, pihak Chelsea turut memberikan salam perpisahan yang hangat kepada pemain yang telah lama mengabdi di klub melalui saluran media sosial resmi mereka. Kepergian sang bek menandai berakhirnya perjalanan panjang jebolan akademi Cobham tersebut sebelum akhirnya memilih untuk melanjutkan karier di bawah naungan proyek ambisius Cesc Fabregas di Italia.