Profil Thiago Almada kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Amerika Selatan. Gelandang serang asal Argentina ini baru saja mencetak sejarah baru setelah resmi diboyong oleh klub raksasa River Plate pada 8 Agustus 2026. Nilai transfernya tak main-main, mencapai 20 juta Euro yang langsung mengukuhkannya sebagai rekor pembelian termahal sepanjang sejarah kompetisi domestik Argentina.
Pemain kelahiran Ciudadela pada 26 April 2001 ini memang memiliki rekam jejak karier yang luar biasa di usianya yang masih relatif muda. Tumbuh besar di lingkungan Fuerte Apache yang keras dan rawan kejahatan, ia merintis jalan kesuksesannya sejak usia lima tahun bersama akademi Velez Sarsfield. Perjuangan masa kecilnya yang sempat berjualan buah dan sayuran dari pintu ke pintu kini terbayar lunas dengan gelimang prestasi di lapangan hijau.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeDebut profesionalnya bersama Velez Sarsfield pada Agustus 2018 menjadi batu loncatan awal sebelum akhirnya menyeberang ke kompetisi Major League Soccer (MLS) bersama Atlanta United. Kepindahannya ke MLS pada awal tahun 2022 tersebut juga sukses memecahkan rekor liga dengan mahar mencapai 16 juta Dolar AS. Adaptasi yang super cepat membuat sang gelandang menyabet penghargaan bergengsi MLS Newcomer of the Year pada musim debutnya.
Puncak karier internasional pemain berjuluk "Guayo" ini terjadi secara dramatis saat ia dipanggil secara darurat untuk membela tim nasional Argentina pada ajang Piala Dunia 2022. Masuk menggantikan posisi Joaquin Correa yang cedera hanya beberapa hari sebelum turnamen, ia akhirnya mencetak sejarah sebagai pemain aktif MLS pertama yang berhasil mengangkat trofi paling prestisius di dunia sepak bola bersama Lionel Messi dan kawan-kawan.
Jejak Karier Thiago Almada di Eropa dan Kontroversinya
Sebelum memutuskan berlabuh ke River Plate tahun ini, Thiago Almada sempat merasakan kerasnya persaingan elite lintas benua. Pada pertengahan 2024, ia memecahkan rekor transfer sepak bola Brasil saat dipinang Botafogo dan sukses mempersembahkan gelar ganda secara sensasional, yakni trofi Campeonato Brasileiro Serie A serta Copa Libertadores di tahun yang sama.
Performa impresifnya di tanah Brasil memicu ketertarikan klub-klub papan atas Eropa. Sang pemain sempat menyepakati kontrak peminjaman dengan klub Ligue 1 Prancis Lyon pada awal 2025, sebelum akhirnya raksasa La Liga Atletico Madrid secara resmi menebusnya secara permanen dan ia sukses mencatatkan gol perdananya ke gawang Osasuna pada akhir tahun tersebut.
Di level internasional, langkah gemilangnya bersama skuad Tango terus berlanjut hingga ia kembali mendapat kepercayaan masuk ke dalam skuad utama untuk Piala Dunia 2026. Namun, partisipasinya di turnamen edisi terbaru ini sedikit tercoreng setelah pihak berwenang membuka sidang indisipliner akibat dugaan perilaku tidak sportif sang pemain pasca kekalahan Argentina pada laga final bulan lalu.
Di balik semua prestasinya yang mengkilap, kehidupan personal sang bintang rupanya juga tak lepas dari sorotan tajam publik. Ia pernah tersandung kasus dugaan pelecehan seksual pada akhir tahun 2020 yang membuat klub lamanya sempat menjatuhkan skorsing. Meski kasus hukum tersebut memicu gelombang kontroversi yang cukup luas di tanah airnya, karir sepak bola Thiago Almada terbukti tetap melesat hingga sukses memecahkan rekor nilai transfer domestik tahun ini.