Format film 70mm atau yang sering disebut sebagai 65mm film merupakan standar sinema beresolusi tinggi yang memiliki luas negatif hampir 3,5 kali lipat lebih besar dibandingkan format film standar 35mm. Penggunaan ukuran yang lebih luas ini memungkinkan penayangan gambar dengan ketajaman serta detail visual yang luar biasa, menjadikannya pilihan utama untuk film-film epik berbiaya besar sepanjang sejarah perfilman.
Dalam proses produksinya, kamera menggunakan film berukuran 65mm, sementara untuk kebutuhan proyeksi di bioskop dicetak ke atas film berukuran 70mm. Ruang ekstra seluas 5mm pada cetakan tersebut dimanfaatkan untuk menempatkan strip magnetik yang mendukung enam jalur suara stereofonik, memberikan kualitas audio yang jauh lebih unggul dibandingkan sistem monoaural konvensional pada masanya.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSejarah format ini telah dimulai sejak era awal industri perfilman dengan berbagai eksperimen sistem lebar layar yang terus dikembangkan oleh para pionir perfilman dunia. Berbagai inovasi seperti sistem Grandeur hingga Todd-AO hadir untuk memberikan pengalaman menonton yang imersif dan megah tanpa harus bergantung pada sistem proyeksi tiga strip yang rumit dan mahal.
Meskipun sempat mengalami masa surut akibat biaya produksi yang tinggi serta tantangan teknologi di berbagai era, format 70mm terus mencatatkan kebangkitan berkala melalui karya para sutradara ternama. Hingga kini, sejumlah bioskop khusus masih mempertahankan atau memasang proyektor khusus demi menghadirkan pengalaman sinematik autentik bagi para penikmat film klasik maupun modern.
Spesifikasi Teknis dan Kebangkitan Format 70mm
Dari segi teknis, setiap bingkai atau frame pada film 70mm dirancang dengan tinggi lima lubang perforasi yang menghasilkan aspek rasio standar 2,2:1. Penggunaan lensa anamorfik khusus bahkan mampu memeras gambar ultra-lebar ke dalam area pencitraan tersebut, menghasilkan salah satu rasio gambar terluas yang pernah ada di dunia sinema komersial.
Perkembangan teknologi audio juga menjadi salah satu keunggulan utama dari format ini, terutama setelah adopsi sistem enam saluran magnetik yang diperkenalkan oleh Todd-AO. Konfigurasi audio canggih tersebut memastikan penyebaran suara yang merata di seluruh penjuru auditorium teater demi mendukung kemegahan visual layar lebar.
Format 70mm juga populer melalui proses pembesaran atau blow-up dari negatif 35mm yang mulai berkembang pesat sejak tahun 1960-an hingga era 1980-an. Proses ini memungkinkan film-film yang direkam dengan kamera standar untuk tetap mendapatkan peningkatan kualitas gambar serta tata suara multi-saluran saat diputar di bioskop kelas atas.
Kebangkitan terbaru dari format legendaris ini terlihat pada pertengahan dekade 2010-an ketika sejumlah sutradara papan atas secara khusus meluncurkan film-film mereka menggunakan proyeksi seluloid asli. Dukungan dari para sineas dan komunitas film global membuktikan bahwa format 70mm tetap memiliki tempat istimewa di hati para pecinta sinema sejati.