Tournoi Indoor de Paris-Bercy merupakan kompetisi sepak bola indoor invitasi yang digagas oleh klub raksasa Prancis Paris Saint-Germain FC dan diselenggarakan di Accor Arena, Paris. Diadakan pertama kali pada tahun 1984, turnamen unik ini mempertemukan tim tuan rumah dengan lima klub undangan elit dunia untuk bertarung di atas lapangan sintetis dengan format tujuh pemain di setiap sisinya.
Kompetisi yang berlangsung selama dua malam ini menggunakan aturan modifikasi yang sangat menarik, seperti tanpa adanya aturan offside, tidak ada lemparan ke dalam karena dinding pembatas tetap aktif, serta tendangan bebas jika bola mengenai langit-langit arena. Format grup pada babak awal memastikan setiap tim berjuang keras untuk mengamankan posisi di grup pemenang demi memperebutkan trofi juara.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeHamburger SV tercatat sebagai tim pertama yang keluar sebagai juara pada edisi perdana tahun 1984, sementara Dynamo Kyiv menutup sejarah panjang turnamen ini dengan merengkuh trofi pada edisi terakhir tahun 1991. Selain kedua klub tersebut, sejumlah tim kuat seperti 1. FC Koln, Anderlecht, Santos, dan Ajax juga pernah merasakan manisnya mengangkat trofi bergengsi ini.
Sebagai tuan rumah sekaligus pencetus acara, Paris Saint-Germain menjadi klub paling sukses dalam sejarah kompetisi dengan mengoleksi dua gelar juara. Meskipun sempat kesulitan pada awal penyelenggaraan, klub berjuluk Les Parisiens tersebut sukses membuktikan dominasinya lewat penampilan gemilang para bintang masa lalu seperti Safet Susic dan Jules Bocande.
Perjalanan Prestasi Paris Saint-Germain di Ajang Paris-Bercy
Paris Saint-Germain sempat mengalami masa-masa sulit pada tiga edisi awal penyelenggaraan Tournoi Indoor de Paris-Bercy dengan selalu finis di posisi dua terbawah. Namun, klub ibu kota Prancis tersebut bangkit secara luar biasa pada edisi 1987 untuk mengamankan gelar juara perdana mereka setelah mengalahkan lawan-lawan tangguh.
Performa gemilang ditunjukkan oleh Safet Susic yang dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen pada tahun tersebut, sementara Jules Bocande tampil tajam lewat torehan gol-gol krusialnya ke gawang lawan. Kemenangan demi kemenangan atas tim besar seperti Porto dan Olympique de Marseille memastikan PSG mendominasi babak penentuan.
Meski gagal mempertahankan gelar pada tahun 1988 dan hanya finis di posisi keempat pada edisi 1989 meskipun Safet Susic memecahkan rekor 11 gol dalam satu edisi, PSG kembali mengamuk pada tahun 1990. Mereka sukses merengkuh gelar juara kedua usai menaklukkan Malmo melalui drama gol yang dicetak oleh Pascal Nouma, Safet Susic, dan David Rincon.
Pada edisi pemungkas tahun 1991, PSG gagal mempertahankan mahkota juara setelah harus puas finis di peringkat kelima usai takluk dari Benfica. Meskipun turnamen ini hanya bertahan selama delapan tahun hingga 1991, ajang tersebut tetap dikenang sebagai salah satu inovasi turnamen sepak bola indoor paling ikonik di daratan Eropa.