Ajang olahraga paling bergengsi Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi salah satu turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah modern. Digelar dari 9 Juni hingga 9 Juli 2006, kompetisi akbar edisi ke-18 ini mempertemukan 32 tim nasional terbaik dari seluruh penjuru dunia untuk memperebutkan trofi paling diidamkan di muka bumi.
Italia keluar sebagai juara setelah melalui drama panjang di partai puncak melawan Prancis yang berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. Azzurri akhirnya mengamankan gelar juara dunia keempat mereka lewat drama adu penalti yang menegangkan di hadapan jutaan pasang mata penonton global.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeTurnamen di Jerman ini juga mencatat sejarah tersendiri karena menjadi panggung debut bagi sejumlah negara seperti Angola, Ghana, Pantai Gading, Togo, Trinidad dan Tobago, hingga Ukraina. Di sisi lain, sang juara bertahan Brasil harus tersingkir lebih awal di babak perempat final usai takluk dari perlawanan skuad Prancis.
Namun, kemegahan pesta sepak bola tersebut sempat dibayangi oleh berbagai kontroversi sejak awal penunjukannya sebagai tuan rumah. Sejumlah laporan dan investigasi mendalam menguak dugaan praktik suap serta aliran dana mencurigakan yang melibatkan petinggi sepak bola internasional demi memuluskan langkah Jerman.
Kontroversi Pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia 2006
Proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2006 yang dihelat di Zurich, Swiss, melibatkan persaingan ketat antara Jerman, Afrika Selatan, Maroko, dan Inggris. Jerman akhirnya keluar sebagai pemenang tipis dalam voting babak akhir setelah melalui proses seleksi yang panjang dan melelahkan.
Isu miring langsung menerpa kemenangan Jerman menyusul terungkapnya berbagai kejanggalan serta lobi politik tingkat tinggi yang melibatkan para petinggi negara. Investigasi majalah Jerman Der Spiegel kemudian membongkar adanya dana tersembunyi senilai jutaan euro yang diduga dialirkan untuk mempengaruhi suara delegasi eksekutif FIFA.
Meskipun para petinggi Asosiasi Sepak Bola Jerman atau DFB dengan tegas membantah segala tudingan praktik suap tersebut, bayang-bayang skandal korupsi tetap mencoreng sejarah turnamen. Komite Etik FIFA bahkan sempat turun tangan untuk membuka investigasi formal guna mengusut tuntas kontroversi di balik layar pencalonan tersebut.
Terlepas dari segala polemik administratif yang mendahuluinya, Piala Dunia 2006 tetap dikenang sebagai salah satu turnamen paling sukses dalam sejarah penyiaran televisi. Jutaan penonton di seluruh dunia disuguhkan tontonan olahraga berkualitas tinggi yang menampilkan bintang-bintang lapangan hijau legendaris.