Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / internasional / Kisah Anderlecht Bungkam Liverpool...
INTERNASIONAL

Kisah Anderlecht Bungkam Liverpool di European Super Cup 1978

By Aan Sukrisna • 2 min read • 11 Agustus 2026
Skuad Anderlecht merayakan kemenangan di ajang European Super Cup 1978

Skuad Anderlecht merayakan kemenangan di ajang European Super Cup 1978

Anderlecht sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menaklukkan Liverpool dengan agregat 4-3 dalam ajang European Super Cup 1978. Pertandingan bergengsi dua leg ini mempertemukan juara European Cup Winners" Cup 1977-1978 Anderlecht asal Belgia melawan juara European Cup 1977-1978 Liverpool asal Inggris.

Pertemuan dua tim raksasa Eropa ini menyajikan tensi tinggi sejak leg pertama yang dihelat di Emile Versé Stadium, Brussel, pada 4 Desember 1978. Anderlecht yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung mengambil inisiatif menyerang dan berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 3-1 lewat gol-gol dari Franky Vercauteren, François Van der Elst, dan Rob Rensenbrink, sementara Liverpool sempat membalas melalui Jimmy Case.

Memasuki leg kedua yang digelar di Anfield pada 19 Desember 1978, Liverpool mencoba bangkit mengejar ketertinggalan di tengah kondisi lapangan yang diselimuti kabut tebal. The Reds sempat membuka asa lewat gol cepat Emlyn Hughes di babak pertama, memanfaatkan bola pantul dari tembakan Jimmy Case yang diblok kiper lawan.

Meskipun Liverpool terus menggempur lini pertahanan Anderlecht, tim tamu justru mampu memperlebar keunggulan agregat melalui gol François Van der Elst pada menit ke-71. Gol larut dari David Fairclough jelang bubaran memang memastikan kemenangan 2-1 bagi Liverpool di Anfield, namun agregat akhir 4-3 tetap membawa Anderlecht keluar sebagai juara European Super Cup untuk kedua kalinya.

Laga Sengit di Anfield dan Kontroversi Kabut Tebal

Anderlecht

Pertandingan leg kedua di Anfield diwarnai oleh kondisi cuaca buruk berupa kabut tebal yang menyulitkan pandangan pemain maupun penonton di stadion. Kendati demikian, wasit tetap memutuskan untuk melanjutkan jalannya laga demi kelender kompetisi Eropa yang padat.

Manajer Liverpool Bob Paisley melontarkan kritik keras terhadap keputusan untuk tetap melanjutkan pertandingan di tengah kabut pekat tersebut. Menurutnya, para pemain bintang tidak dapat menampilkan performa terbaik dan bola sulit dikontrol dalam kondisi cuaca yang tidak ideal.

Di sisi lain, Anderlecht tampil sangat disiplin dalam menjaga keunggulan agregat yang mereka peroleh dari leg pertama di kandang sendiri. Performa gemilang lini serang klub Belgia itu terbukti mampu meredam tekanan bertubi-tubi dari skuad asuhan Bob Paisley.

Keberhasilan menundukkan Liverpool mengukuhkan status Anderlecht sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Eropa pada era tersebut. Trofi European Super Cup 1978 ini menjadi koleksi kedua bagi klub asal Belgia itu setelah kemenangan pertama mereka pada tahun 1976.

Topics
anderlecht liverpool european super cup bob paisley rob rensenbrink sepak bola sejarah sepak bola liga champions eropa
Jurnalis Sepak Bola & Liga Inggris

Aan Sukrisna adalah jurnalis sepak bola yang berbasis di Bandung dengan fokus utama pada Liga Inggris dan kompetisi Eropa. Berbekal pengalaman meliput berbagai pertandingan besar, ia menyajikan berita akurat tentang Premier League, transfer pemain, dan analisis taktik pertandingan. Dedikasinya pada dunia sepak bola membuat tulisannya selalu dinanti penggemar sepak bola Indonesia.