Sejarah 1984 European Super Cup mempertemukan raksasa Italia Juventus dan klub Inggris Liverpool dalam sebuah pertandingan tunggal yang digelar di Stadio Comunale pada 16 Januari 1985. Laga prestisius perebutan trofi antarklub penguasa Benua Biru ini terpaksa dilangsungkan dalam satu leg saja akibat kendala jadwal yang sangat padat dari kedua kesebelasan.
Bagi Juventus, penampilan tersebut merupakan debut perdana mereka di ajang European Super Cup setelah sukses mengamankan tiket usai menaklukkan Porto dengan skor 2-1 di final European Cup Winners" Cup. Sementara itu, Liverpool datang dengan status juara European Cup usai mengalahkan AS Roma lewat drama adu penalti.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePertandingan yang disaksikan oleh 55.384 penonton di Turin sempat diliputi keraguan akibat kondisi cuaca buruk yang melanda kota tersebut. Kendati demikian, wasit memutuskan laga tetap dilanjutkan di tengah upaya kedua tim mencari dominasi permainan.
Juventus yang tampil di hadapan pendukung sendiri berhasil memecah kebuntuan menjelang berakhirnya babak pertama. Memanfaatkan umpan dari Massimo Briaschi, penyerang Zbigniew Boniek melepaskan tendangan akurat dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Bruce Grobbelaar.
Fakta Unik Dibalik Duel Juventus Kontra Liverpool
Tertinggal satu gol, Liverpool mencoba bangkit di paruh kedua pertandingan dengan melakukan pergantian pemain, termasuk memasukkan Gary Gillespie menggantikan Mark Lawrenson yang mengalami cedera. Namun, berbagai upaya lini serang The Reds melalui tendangan jarak jauh Ronnie Whelan belum mampu membuahkan hasil.
Menjelang menit-menit akhir pertandingan, Juventus justru berhasil memperlebar keunggulan menjadi 0-2 lewat aksi gemilang Boniek kembali. Umpan matang dari Briaschi berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh penyerang asal Polandia tersebut untuk memastikan gelar juara Super Cup pertama bagi Bianconeri.
Di balik jalannya pertandingan 1984 European Super Cup tersebut, terdapat sejumlah catatan menarik mengenai format kompetisi yang digagas oleh jurnalis Belanda Anton Witkamp pada era 1970-an. Awalnya, turnamen ini dirancang sebagai ajang dua leg untuk mempertemukan juara European Cup dan Cup Winners" Cup sebelum akhirnya mendapat pengakuan resmi dari UEFA.
Pemilihan Stadio Comunale di Turin sebagai lokasi pertandingan tunggal merupakan hasil kesepakatan bersama antara Presiden Juventus Giampiero Boniperti dan Chief Executive Officer Liverpool Peter Robinson. Kota tersebut dipilih secara acak guna menghindari masalah penumpukan jadwal pertandingan yang dialami kedua klub.