Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / internasional / Kisah Anderlecht Bungkam Bayern...
INTERNASIONAL

Kisah Anderlecht Bungkam Bayern Munich di European Super Cup 1976

By Chairul Saiful • 2 min read • 11 Agustus 2026
Skuad Anderlecht merayakan kemenangan di ajang European Super Cup 1976

Skuad Anderlecht merayakan kemenangan di ajang European Super Cup 1976

Anderlecht sukses menorehkan sejarah gemilang dengan menaklukkan Bayern Munich dengan agregat 5-3 dalam ajang European Super Cup 1976. Pertandingan bergengsi mempertemukan juara European Cup Winners" Cup 1975-1976 Anderlecht asal Belgia melawan juara European Cup 1975-1976 Bayern Munich asal Jerman Barat.

Pertemuan kedua tim raksasa Eropa ini sempat sulit diprediksi sejak awal karena keduanya memiliki kekuatan seimbang. Bayern Munich kala itu datang dengan status penguasa Eropa yang memenangi tiga gelar European Cup secara beruntun, meski performanya mulai melewati masa puncak kejayaan. Di sisi lain, skuad Anderlecht tampil jauh lebih muda, bertenaga, dan memiliki motivasi lapar kemenangan yang luar biasa di pentas internasional.

Laga leg pertama yang dihelat di Olympiastadion di hadapan 41.000 suporter tuan rumah menyajikan drama sengit sejak menit awal. Bayern Munich sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Arie Haan pada menit ke-16 yang memanfaatkan bola pantul dari tiang gawang. Namun, Die Roten mampu bangkit membalikkan keadaan berkat aksi gemilang Gerd Müller yang memborong dua gol masing-masing pada menit ke-58 dan ke-88.

Memasuki leg kedua di Stade Émile Versé di Anderlecht, dominasi penuh justru beralih ke tangan wakil Belgia. Bayern Munich langsung kewalahan sejak pertengahan babak pertama dan tertinggal lewat gol sundulan Rob Rensenbrink pada menit ke-20. Keunggulan tuan rumah semakin menjauh lima menit berselang setelah François Van der Elst memanfaatkan blunder kiper Sepp Maier, sebelum akhirnya Anderlecht mengunci kemenangan agregat secara meyakinkan.

Pesta Gol Anderlecht di Leg Kedua Kunci Gelar Juara

Anderlecht

Dominasi Anderlecht semakin tidak terbendung pada babak kedua leg penentuan tersebut. Kurang dari seperempat jam paruh kedua berjalan, Arie Haan kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat aksi solo run melewati tiga pemain belakang Bayern Munich sebelum melepaskan tendangan keras.

Bayern Munich sempat mencoba memperkecil ketertinggalan melalui gol balasan dari Gerd Müller pada menit ke-63. Akan tetapi, upaya kebangkitan klub asal Jerman tersebut sudah terlambat untuk bisa mengubah jalannya agregat pertandingan secara keseluruhan di kandang lawan.

Jelang sepuluh menit waktu normal berakhir, Rob Rensenbrink kembali mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini untuk memperlebar keunggulan menjadi 4-1 bagi tuan rumah. Gol penutup tersebut memastikan kemenangan mutlak bagi skuad asuhan pelatih Anderlecht sekaligus memupus harapan tim tamu.

Keberhasilan menundukkan Bayern Munich membuat Anderlecht untuk pertama kalinya mengangkat trofi European Super Cup dalam sejarah klub. Sebaliknya, hasil minor ini membuat Bayern Munich harus rela kehilangan kesempatan mempertahankan trofi juara bertahan setelah pada tahun sebelumnya takluk dari Dynamo Kiev.

Topics
anderlecht bayern munich european super cup gerd müller arie haan rob rensenbrink sepak bola sejarah sepak bola liga champions eropa
Jurnalis Sepak Bola Internasional

Chairul Saiful adalah jurnalis sepak bola internasional yang berbasis di Ternate. Ia memiliki wawasan luas tentang kompetisi global seperti Piala Dunia, Euro, Liga Champions UEFA, dan turnamen antar klub dari berbagai benua. Tulisannya menghadirkan perspektif global tentang sepak bola, lengkap dengan analisis mendalam dan berita eksklusif dari dunia sepak bola internasional.