Milan kembali menuai hasil mengecewakan dalam tur pramusim mereka setelah dibantai 3-0 oleh Chelsea di Jakarta, Sabtu (8/8). Dua gol Joao Pedro dan satu gol spektakuler Moises Caicedo membuat Rossoneri kesulitan mengimbangi permainan The Blues yang tampil trengginas di hadapan pendukungnya.
Pelatih Ruben Amorim melakukan delapan pergantian pemain di babak kedua, namun justru kebobolan dua gol tambahan. Skuad asuhan Christian Comotto yang menurunkan Rafael Leao dan Luka Modric sebagai starter pertama kali di musim panas ini kesulitan keluar dari tekanan sejak awal pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeChelsea sebenarnya sudah mengancam sejak menit awal lewat kesalahan Koni De Winter yang membuat Joao Pedro lolos dan memaksa kiper Lorenzo Torriani melakukan penyelamatan. Danny Welbeck juga nyaris mencetak gol dari assist Marco Palestra sebelum tembakannya mengenai tiang gawang. Bek sayap Italia itu terus merepotkan lini pertahanan Milan dengan umpan-umpan silangnya.
Gol pembuka tercipta pada masa injury time babak pertama ketika umpan tendangan sudut Moises Caicedo menemukan Joao Pedro yang tidak terkawal di tiang jauh. Kepala pemain Brasil itu meluncur mulus ke dalam gawang dan membawa Chelsea unggul 1-0 hingga turun minum. Keunggulan ini menjadi pukulan telak bagi Milan yang tampil cukup solid di babak pertama.
Marco Palestra Bersinar, Lini Belakang Milan Ropoh
Bencana bagi Milan terjadi di awal babak kedua. Hanya 38 detik setelah wasit meniup peluit, Chelsea menggandakan keunggulan melalui Joao Pedro yang menyambar umpan silang Pedro Neto di tiang belakang. Filippo Terracciano seolah tidak menyadari keberadaan pemain Chelsea di belakangnya. Tiga menit berselang, giliran Caicedo yang melepaskan tembakan voli dari tepi kotak penalti dengan kaki kanan, bola meluncur deras dan bersarang di gawang Milan.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Comotto menjelang musim kompetisi. Pergantian pemain yang masif di babak kedua justru membuat Milan kehilangan ritme permainan dan rawan terhadap serangan balik cepat Chelsea. Geovany Quenda dan Nicolas Jackson juga nyaris menambah penderitaan setelah tembakan mereka mengenai tiang gawang.
Salah satu sorotan dalam laga ini adalah penampilan impresif Marco Palestra yang dipindahkan ke posisi bek kiri oleh Ruben Amorim. Pemain tim nasional Italia itu berkontribusi besar dalam serangan Chelsea dengan beberapa umpan silang berbahaya yang merepotkan pertahanan Milan.
Di sisi lain, lini belakang Milan menunjukkan kerapuhan yang mengkhawatirkan. Koni De Winter dan Fikayo Tomori yang absen membuat koordinasi pertahanan kacau balau. Gol-gol Chelsea tercipta dari kesalahan individu dan kegagalan dalam mengantisipasi bola mati, sesuatu yang harus segera dibenahi oleh Comotto.