Real Madrid resmi mengambil keputusan untuk mempertahankan Thiago Pitarch di skuad tim utama musim 2026-2027. Langkah ini diambil setelah gelandang muda berbakat itu menarik perhatian klub Premier League Fulham yang dilatih oleh mentor lamanya, Alvaro Arbeloa.
Kepastian tersebut diungkapkan oleh laporan Diario AS yang menyebutkan bahwa Jose Mourinho secara langsung memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada pemain berusia 19 tahun itu. Meskipun Pitarch masih memakai nomor tim cadangan karena keterbatasan ketersediaan nomor di tim utama, ia akan diperlakukan sebagai pemain tim utama untuk semua keperluan.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
Subscribe"Mourinho menganggap Thiago sebagai pemain penting untuk skuadnya musim depan. Keputusan ini diambil meskipun cedera sempat menghalangi pemain tersebut untuk menunjukkan kemampuannya secara langsung kepada pelatih asal Portugal itu," demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi Pitarch yang sebelumnya menerima tawaran menarik dari Fulham. Namun, prioritas utama pemain kelahiran 2007 itu tetap bertahan di Santiago Bernabeu dan memperjuangkan tempat di tim utama Real Madrid.
Performa Impresif di U-19 Eropa Jadi Pertimbangan
Dengan batalnya transfer Rodri ke Real Madrid, peran Thiago Pitarch diprediksi akan semakin penting di lini tengah Los Blancos. Ia akan bersaing dengan nama-nama besar seperti Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, Bernardo Silva, dan Federico Valverde untuk memperebutkan satu dari dua posisi gelandang bertahan.
Keputusan mempertahankan Thiago Pitarch tidak lepas dari performa gemilangnya bersama tim nasional Spanyol U-19 yang sukses menjuarai Kejuaraan Eropa U-19 musim panas lalu. Penampilannya di turnamen tersebut menegaskan kualitas yang dimilikinya sebagai salah satu prospek terbaik generasi mudanya.
Sebelumnya, musim 2025-2026 yang secara keseluruhan dianggap gagal bagi Real Madrid karena gagal meraih trofi besar, justru menjadi panggung bagi Pitarch untuk bersinar. Ia menjadi salah satu titik terang di tengah kekecewaan tim asuhan Mourinho tersebut.
Tawaran dari Fulham tentu sangat menggiurkan mengingat ia akan kembali bekerja sama dengan Arbeloa, pelatih yang pernah membimbingnya di akademi Real Madrid. Namun, Pitarch memilih untuk tetap setia dan menerima tantangan untuk menembus skuad utama Los Blancos.