Kegagalan Real Madrid mendatangkan Rodri dari Manchester City menuai kecaman dari legenda klub, Fernando Morientes. Mantan striker yang kini menjadi komentator itu melontarkan kritik pedas saat berbicara di El Partidazo de COPE, menganggap kegagalan transfer ini sebagai sebuah lelucon yang merugikan citra klub.
"Ini benar-benar lelucon praktis. Mereka menganggap kita bodoh. Sangat jelas bahwa Real Madrid sebenarnya tidak menginginkan Rodri," ujar Morientes dengan tegas. "Madrid tidak pernah tidur dalam situasi seperti ini. Mereka bisa tidur untuk bek kanan berusia 14 tahun, tapi tidak untuk pemain sekelas Rodri," tambahnya menyoroti ketidakseriusan manajemen klub.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeMorientes menilai Real Madrid tidak menaruh seluruh upaya maksimal mereka untuk merekrut Rodri. Ia menyoroti alasan yang beredar, bahwa Rodri memilih Barcelona karena gaya permainan, sebagai sebuah lelucon tidak layak bagi pecinta sepak bola. "Itu lelucon tidak sopan bagi kami yang tahu sepak bola," tegasnya.
Mantan penyerang yang pernah membela Madrid pada dua periode itu membandingkan kegagalan ini dengan kesuksesan masa lalu. "Ketika Real Madrid benar-benar mengincar pemain seperti ini, mereka selalu berhasil: Figo, Zidane, Owen, Ronaldo... Tidak ada yang bisa memberi tahu saya sekarang bahwa Rodri ingin bermain di tempat lain," kilahnya.
Kegagalan negosiasi dengan Manchester City justru membuka peluang bagi Barcelona untuk menyalip. Rodri, yang merupakan peraih Bola Emas Piala Dunia 2026, dilaporkan telah terpesona dengan proyek Blaugrana dan menjadi prioritas utama mereka. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi fans Madrid yang sudah membayangkan kehadirannya di Santiago Bernabeu.
Meskipun Real Madrid resmi mendatangkan Yan Diomande pada hari yang sama, euforia transfer itu sirna oleh kabar buruk mengenai Rodri. Kehilangan pemain bintang yang dianggap sebagai rekrutan terpenting musim panas ke tangan musuh bebuyutan menjadi pil pahit yang sangat sulit diterima oleh para pendukung setia Los Blancos.