Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / liga italia / Profil Stadion San Siro, Kandang...
LIGA ITALIA

Profil Stadion San Siro, Kandang Legendaris AC Milan dan Inter Milan

By Aat Jati Pamungkas • 2 min read • 11 Agustus 2026
Stadion San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza di Milan Italia

Stadion San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza di Milan Italia

Stadio Giuseppe Meazza atau yang lebih populer dengan nama San Siro merupakan stadion sepak bola paling ikonik di distrik San Siro, Milan, Italia. Memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 75.817 penonton, arena megah berjuluk La Scala del calcio ini dinobatkan sebagai stadion terbesar di Italia sekaligus salah satu yang terbesar di kawasan Eropa.

Stadion ini berfungsi sebagai kandang utama bagi dua klub profesional papan atas Serie A yang bersaing dalam Derby della Madonnina yakni AC Milan dan Inter Milan. Pembangunan stadion dimulai pada tahun 1925 atas gagasan Presiden AC Milan saat itu Piero Pirelli, yang merancang stadion khusus sepak bola tanpa jalur atletik khas stadion Italia masa itu.

Secara resmi diresmikan pada 19 September 1926 dalam laga perdana saat Inter Milan mengalahkan AC Milan dengan skor 6-3, kepemilikan stadion kemudian diambil alih oleh Dewan Kota Milan pada tahun 1930-an. Sejak tahun 1947, Inter Milan mulai berbagi kandang bersama AC Milan di stadion ini dan terus berlanjut hingga kini menjadi saksi bisu berbagai sejarah sepak bola dunia.

Nama San Siro kemudian diubah secara resmi pada Maret 1980 untuk menghormati Giuseppe Meazza, legenda sepak bola Italia peraih dua trofi Piala Dunia yang pernah membela kedua klub sekota tersebut. Berbagai renovasi besar telah dilakukan dari masa ke masa termasuk penambahan tier ketiga untuk menyambut perhelatan Piala Dunia 1990.

Sejarah Renovasi dan Rencana Masa Depan San Siro

Milan

Sepanjang sejarahnya, San Siro telah mengalami beberapa kali fase perluasan kapasitas guna menampung antusiasme tinggi para penonton sepak bola di Italia. Pada periode 1948 hingga 1955, proyek perluasan tahap kedua digarap untuk membangun cincin kedua yang dilengkapi jalur ramp spiral ikonik bagi akses penonton menuju tribun atas.

Renovasi besar terakhir bernilai jutaan dolar dilaksanakan jelang Piala Dunia 1990 dengan penambahan struktur tier ketiga yang didukung oleh menara beton besar serta atap berkonstruksi girder merah yang khas. Stadion kelas kategori empat UEFA ini tidak hanya menggelar pertandingan liga domestik tetapi juga berbagai final Liga Champions Eropa.

Selain pertandingan sepak bola, San Siro juga memiliki nilai historis penting sebagai lokasi penyelenggaraan upacara pembukaan ajang olahraga akbar internasional seperti Olimpiade Musim Dingin. Di dalam kompleks stadion juga terdapat museum khusus yang merangkum perjalanan trofi serta sejarah panjang AC Milan dan Inter Milan.

Meskipun sempat muncul wacana pembangunan stadion baru oleh kedua klub pengelolanya, status hukum dan perlindungan bangunan bersejarah membuat eksistensi San Siro tetap dipertahankan. Berbagai rancangan modernisasi terus diajukan untuk memperbarui fasilitas stadion tanpa menghilangkan nilai arsitektur legendaris yang melekat pada bangunan tersebut.

Topics
san siro stadio giuseppe meazza ac milan inter milan serie a stadion bola milan sepak bola italia sejarah sepak bola liga italia
Jurnalis Liga Italia & Serie A

Aat Jati Pamungkas adalah jurnalis sepak bola yang berbasis di Yogyakarta dengan spesialisasi pada Liga Italia atau Serie A. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang taktik sepak bola Italia, dinamika klub-klub besar seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Napoli. Tulisannya menghadirkan analisis tajam dan berita terkini dari kompetisi paling taktis di Eropa.